Kasat Narkoba Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah (kedua kanan) saat jumpa pers di Kantor Polres Mamuju pada Sabtu, 1 Desember 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bermodal belajar di situs internet, salah seorang berinisian ST, yang kini tersangka, jago meracik obat terlarang jenis Tramadol, PCC dan THT.

Pada 27 November 2018 lalu, sekitar pukul 21.30 WITA, Tim Phyton Polres Mamuju berhasil meringkus pelaku ST tersebut. Saat itu ST sedang meracik sekaligus memproduksi obat-obat terlarang di kosnya yang berada di Jalan Bonepas Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah saat jumpa pers di Kantor Polres Mamuju pada Sabtu, 1 Desember 2018.

“Tersangka ST diamankan oleh Tim Phyton Polres Mamuju pada tanggal 27 November 2018 di kos-kosannya di Jalan Bonepas Kelurahan Binanga, Mamuju,” ungkap Syamsuriansyah.

Menurutnya, penangkapan ini dilakukan dalam dua kali penggeledahan di tempat yang berbeda, pertama dilakukan di kos ST, dan kedua di Jalan Nelayan yang menurut tersangka sebagai tempat kerjanya.

“Dalam penggeledahan kita dapatkan 7 bal cangkang obat berbentuk pil. Dalam satu bal berisi 1000 butir. Kita juga dapatkan alat cetak obat manual dan beberapa bahan lainnya,” jelas AKP Syamsuriansyah.

Lebih menarik lagi, sambungnya, ternyata tersangka tidak mempunyai latar belakang pendidikan dalam bidang kefarmasian untuk memproduksi obat terlarang jenis Tramadol, PCC, dan THT. Tersangka ST hanya belajar melalui situs-situs di internet.

“ST hanya belajar di situs internet. Bahan-bahan yang susah ia dapat itu ia pesan melalui situs online,” terang Syamsuriansyah.

Dalam kasus ini, katanya, tersangka dikenakan pasal 197 dan pasal 196, untuk pasal 197 tersangka paling lama dipinada 15 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp 1,5 miliar. Sedangkan untuk pasal 196 tersangka paling lama dipidana selama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR