(Ki-Ka) Bupati Mamuju Habsi Wahid, Danrem 142 Tatag Kol Inf. Eko Tandyo Budi, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Nandang, dan Pj. Gubernur Sulbar Carlo B Tewu saat menghadiri apel pengamanan Pilkada Sulbar 2017 yang berlangsung di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Senin, 13 Februari 2017. (Foto: Farid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Jelang Pilkada Sulbar pada Rabu, 15 Februari 2017, dilakukan gelar apel pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan Pilkada yang dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Sulbar Carlo B Tewu di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Senin, 13 Februari 2017.

Pada kesempatan tersebut Carlo menyebutkan, proses Pilkada tahap demi tahap telah terlewati, mulai dari pendaftaran pasangan calon pada 19-21 September 2016, Dekralasi Damai pada 28 Oktober 2016, tahap kampanye dari 26 Oktober dan berakhir pada 11 Februari 2017. Tidak hanya itu, masa tenang Pilkada dimulai dari 12 Februari hingga 14 Februari 2017.

Carlo mengemukakan, pemungutan suara di Pilkada tahun ini, sesuai data penyelenggara Pilkada, terdapat sebanyak 2.756 tempat pemungutan suara (TPS). Pola pengamanan dibagi menjadi tiga pola pengamanan, yakni TPS AMAN. Setiap 5 TPS diamankan oleh 2 anggota Polri dan 10 Linmas.

TPS RAWAN. Setiap 1 TPS diamankan oleh 2 anggota Polri dan 4 anggota Linmas.  Untuk keseluruhan pengamanan, sebut jenderal bintang dua ini, membutuhkan pengamanan aparat kepolisian sebanyak 1.410 orang. Sedangkan personil PAM Mako sebanyak 1/3 dari 2.115 personil Polda Sulbar dan jajaran sebanyak 705 orang personil.

Dalam Pilkada ini, ada beberapa hal yang kemungkinan terjadi, termasuk potensi gangguan.

“Potensi gangguan yang mungkin timbul selama pemungutan suara, antara lain persoalan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Surat keterangan terbagi atas wajib pilih tradisional dan wajib pilih pemula. Wajib pilih tradisional dilengkapi pas foto sedangkan yang pemula tidak menggunakan pas foto. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras dari petugas TPS dalam penerapan surat keterangan tersebut,” kata Carlo B Tewu.

Carlo berharap, dalam pelaksanaan Pilkada ini, sinergitas KPU, Bawaslu, dan Dinas Dukcapil lebih ditingkatkan guna mengurangi timbulnya permasalahan selama tahap pemungutan suara dan tahap selanjutnya sehingga Siskamtibmas tetap kondusif hingga tahapan Pilkada selesai.

Berdasarkan data yang ada, Provinsi Sulbar memiliki 69 kecamatan, 575 desa dan kelurahan. Jumlah penduduk Sulbar sebanyak 1.258.090 jiwa yang tersebar di seluruh pelosok .

Dari segi keamanan wilayah, Polda Sulbar terdiri dari lima jajaran, 33 Polsek dan 5 Polsubsektor, dan diperkuat oleh unsur pertahanan dari Korem 142 Tatag, Kodim 1418 Mamuju, Kodim 1401 Majene, Kodim 1402 Polman, Yonif 71 Makkasau, serta Pos AL dan AU yang berada di wilayah Sulbar.

Gelar apel pasukan ini juga dihadiri oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang, Danrem 142 Tatag Kol Inf. Eko Tandyo Budi, Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara, Dandim 1418 Mamuju Muh. Imran, Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah, Ketua Bawaslu Sulbar Busran Riandhy dan undangan lainnya.

FARID/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR