Tari Bulu Londong dari Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar, tampil di panggung PIFAF 2019. (Foto: Wahyu)
TRANSTIPO.com, Polewali – Sanggar seni Waisapalelean berasal dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) turut meriahkan Polewali Mandar Internasional Folk and Art Festival (PIFAF) tahun 2019, di gelar di area Sport Center Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu malam, 3 Agustus 2019.
Sanggar seni Waisapalelean merupakan salah satu sanggar seni di Sulbar yang berasal dari Bumi Kondosapata, Mamasa, di bawah bimbingan Aditya Ricci Auli, tampil sebagai delegasi Indonesia lainnya. Sanggar seni ini melibatkan pemuda-pemudi Mamasa yang cukup bertalenta di bidang seni.
Pada pagelaran PIFAF 2019 sanggar seni ini tak hanya menampilkan satu tarian saja, namun ia menampilkan beberapa tarian yang tak kalah menarik dari daerah lain yang ikut berpartisipasi pada kegiatan skala internasional itu.
Tarian yang ditampilkan yaitu tari Bulu Londong dan Musik Bambu (Pompang) diklaborasikan dengan tarian kreasi Malluya disaksikan sejuta mata, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga disaksikan enam delegasi negara yang hadir pada pagelaran itu, yakni Korea Selatan, Republik Ceko, India, Timor Leste dan Slovakia.
Tari Bulu Londong dari Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar, tampil di panggung PIFAF 2019. (Foto: Wahyu)
Tari Bulu Londong yang ditampilkan menggambarkan sebuah kemenangan dalam peperangan, diperankan oleh penari pria dangan mengenakan pedang laiknya seorang prajurit pada zaman dahulu.
“Tarian ini dilakukan prajurit setelah kembali dari medan perang untuk merayakan kemenangannya,” ujar Aditya saat dikonfirmasi laman ini, Sabtu, 3 Agustus.
Olehnya itu, kata Aditya, di zaman sekarang ini tarian Bulu Londong seringkali ditampilkan di acara keAdatan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah memperjuangkan daerah Bumi Kondosapata.
Tarian ini juga terkadang ditampilkan untuk menyambut tokoh-tokoh besar saat melakukan kunjungan, begitupun dengan tarian Malluya dan Musik Bambu.
“Biasanya juga ditampilkan saat penyambutan, perayaan, pertunjukan seni dan festival budaya seperti yang diikuti saat ini,” pangkas Aditya kepada transtipo.
WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR