Peresmian dan pembukaan pelayaran perdana di Pelabuhan Tanjung Silopo, Polman, Sulbar, ke Sabah, Malaysia dan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Polman dan delegasi Malaysia yang berlangsung di atas kapal Cettalaya Express, Polman, Rabu, 31 Januari 2018. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

Ini bukah cerita zaman Siti Nubaya tempo dulu.

Ini fakta. Bahwa, sebuah dermaga yang bernama Pelabuhan Tanjung Silopo kini telah difungsikan. Anda, yang hendak ke Malaya di negeri seberang pun telah siap jadi tempat pacu Anda.

Naik ke sebuah kapal besar. Hingga jualah di negeri Sabah, Malaysia.

TRANSTIPO.com, Polewali – Warga Sulawesi Barat yang ingin berkunjung ke Sabah Malaysia melalui jalur pelayaran transportasi laut, kini tidak perlu jauh lagi ke Pelabuhan Pare-Pare misalnya.

Kini, atau pada Rabu, 31 Januari 2018, jalur pelayaran transportasi laut rute international Pelabuhan Tanjung Silopo di Kabupaten Polewali Mandar Polman, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ke Pelabuhan Lahad Datu Sabah, Malaysia, telah resmi beroperasi yang diresmikan oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

Peresmian pelabuhan ini meriah sebab dihadiri pula oleh sejumlah delegasi dari negeri Malaysia. Bersama para tuan-tuan Datu’ itu, pelayaran perdana Cattleya Express menuju Sabah Malaysia diprosesi seremonikan.

Pelayaran di dermaga Tanjung Silopo itu hingga ke Sabah misalnya, hanya makan waktu sekitar 36 jam saja.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Polman yang telah berhasil menjalin kerja sama dengan pihak luar sehingga berhasil dibuka rute pelayaran internasional tersebut.

“Insya Allah, kami di provisi akan mendukung dan menindaklanjuti hal tersebut dengan cara membuat payung hokum. Sehingga diharapkan kabupaten lain juga bisa mengembangkan kerja sama dengan pihak luar. Pemprov Sulbar akan terus mendorong sehingga pihak swasta bisa maju,” begitu kebanggaan Gubernur Ali Baal Masdar (ABM) yang direfleksikan dalam betuk pujia pada hadirnya pelabuhan ini.

ABM juga mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Polman sudah sangat jauh melangkah.

“Apa yang telah dirundingkan bersama delegasi Malaysia terus dikembangkan. Bukan hanya dari sektor pelayaran laut, tapi juga bisa berkembang pada sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, dan lainnya,” harap ABM.

Ali Baal menambahkan, dengan adanya hal tersebut akan menjadi peluang bagi BUMD yang telah dibentuk. Tapi meski begitu, kata ABM, kita juga membutuhkan dukungan dari DPRD Sulbar.

Masih kata ABM, diharapkan agar setiap kabupaten yang ada di Sulbar diberi kebebasan untuk membuka kerja sama dengan daerah lain untuk menggiatkan peningkatan produktivitas daerah.

“Kami hadir di sini untuk mendengar poin-poin apa saja yang dapat dikerjasamakan. Karena sekarang ini kita tinggal mencari pasar apa yang cocok kita siapkan, setelah itu harus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak swasta karena pemerintah tidak berbisnis,” pesan dan harapan ABM.

Katanya lagi, “Semoga Polman yang telah menjadi pembuka jalan dapat disusul oleh kabupaten lain. Pemprov pun akan menindaklanjuti,” tutur ABM.

Terkait beberapa produk yang akan dikembangkan dan dikerjasamakan, Ali Baal menyebut beberapa produk lokal seperti kopi lokal, kentang, sawit, padi, peternakan sapi yang ada di Polman, dan peternakan kambing yang ada di Majene.

“Di Sulbar ini, khususnya di Polman, adalah kawasan multi produk, beberapa produk tersedia dan akan kita kembangkan terus produk-produk yang cocok di kedua daerah. Untuk masalah perizinan, jangan mempersulit berkas administrasi, sepanjang kita mau pasti bisa hanya hitungan jam,” jelas ABM.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengatakan, pihak perdagangan Malaysia ingin menjadikan Polman sebagai base atau pusat pembelian beberapa produk, seperti bahan bangunan, sembako, beras, merica, jambu mete, indomie dan makanan ringan lainnya melalui pelabuhan Polman ini.

Selain itu, katanya, pihak Malaysia juga menginginkan tenaga kerja Sulbar sebanyak 2.500 orang yang akan ditempatkan di Lahad Datu, Serawak, dan Kucing.

“Kami akan pasang baliho di setiap kabupaten agar teman-teman bisa mengetahui dan daftar di Disnaker Polman secara gratis, pengurusan administrasinya ditanggung oleh perusahaan terkait,” seru Andi Ibrahim Masdar (AIM).

Di depan Gubernur Sulbar, AIM bilang, “Jadi mohon bantuan Gubernur Sulbar dan Ketua DPRD Sulbar untuk mensosialisasikan kesempatan ini. Sekarang pekerjaan yang menanti, kapal yang mengangkut pun sudah siap,” kata AIM.

AIM menambahkan, beberapa perusahaan international telah siap membuka kerja sama di bidang perdagangan. Beberapa juga akan membuka kantor di Polman, seperti perusahaan pabrik kelapa dan perusahaan perkembangbiakan ternak sapi.

Produk lokal yang telah siap ekspor akan terus dikembangkan, seperti makanan ringan olahan sagu yang telah dikirim ke Jepang.

“Saya harap, para kadis provinsi dan kabupaten siap menindaklanjuti apa yang telah kita sepakati, agar mereka lihat bahwa kita bersungguh-sungguh. Nanti kita juga akan mengajak HIPMI, Kadin, dan perbankan. Kita akan bagi satu komoditi, satu pengusaha. Semoga bisa menjadi promosi Sulbar di bidang perdagangan dan industri ke depan. Kita harus gerak cepat menjemput bola, ini kesempatan besar kita,” jelas adik kandung ABM ini.

Di tempat yang sama, Managing Director Dakota Shipping Enterprise, Juvy S. Tulipas mengungkapkan, apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulbar dan Kabupaten Polman atas kesungguhan yang luar biasa membuka kerja sama dan meresmikan salah satu jalur international—penghubung dua wilayah di dua negara tersebut.

“Peresmian ini menjadi salah satu peristiwa yang luar biasa bagi pemerintah kami di Lahad Datu, dengan membawa kehormatan Sabah. Seluruh jajaran pemerintahan kami menyampaikan terima kasih dan mengharapkan kerja sama yang kokoh ke depannya. Pelabuhan dan tenaga kerja pelabuhan di Sabah sudah siap. Peresmian ini merupakan awal dari kerja sama yang besar antara kedua wilayah,” ungkap Juvy dengan bangga.

Juvy juga menyampaikan, bahwa dirinya bersama dorongan berangkat dari Sabah Malaysia melakukan penerbangan ke Jakarta—dari Jakarta kemudian ke Makassar, dan dari Makassar melalui jalur darat ke Polman.

Katanya, dengan jarak tempuh yang lumayan lama untuk sampai ke Polman, awalnya bersama rombongan sudah putus asa, hanya saja setelah sampai tak menyangka mendapat sambutan yang begitu hangat dari jajaran Pemkab Polman.

Pada kesempatan tersebut, Juvy juga menyampaikan pesan dari Majelis Keselamatan Negara, Sabah Malaysia yang menyampaikan permohonan maaf tidak dapat ikut dalam delegasi tersebut.

“Ini adalah kerja sama penting, semoga semangat kebersamaan terus terbentuk di antara kita serta bertanggung jawab yang tinggi. Kami juga berharap kerja sama kita semakin lancar dan didukung dari semua pihak terkait. Semoga kita semua memiliki ikatan kuat dan perspektif yang sama. Dan, sampai jumpa di kesempatan yang lain,” pesan Juvy.

Usai peresmian dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemkab Polman dan delegasi Malaysia yang berlangsung di atas kapal Cettalaya Express yang dihadiri sejumlah undangan:

Dari Malaysia hadir di antaranya: Dist Officer Assintant Lahad Datu, Fazree bin Sairi, Managing Director Standar Marine Agencies SDN BHD, Chow Yan Ann, Branch Manager Dist Officer Assistant Marine Agencies SDN BHD, Sheut Wai Keong, Assitant Mancing Director Dakota Striping Enterprise, Criselda Redondo Tablada, Director SRT Eon Security SDN. BHD, Dato Rafiq Bin Haji Rahmat.

Hadir pada rangkaian peresmian tersebut, Ketua DPRD provinsi Sulbar Hj. Amalia Fitri Aras beserta jajarannya, Ketua DPRD Polman Fariruddin Wahid beserta jajarannya, pimpinan OPD lingkup provinsi dan kabupaten, Forkopimda provinsi dan kabupaten, para kepala kantor swasta, para pimpinan perbankan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Yayasan Peduli Insani Nusantara, Kapala Kantor Bea Cukai Parepare, Kantor Imigrasi Sulbar, pimpinan BUMN dan BUMD, tokoh agama tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

FADILAH Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR