Para penari dari Korea Selatan tampil di Kecamatan Bulo, Polman, sebagai rangkaian kegiatan PIFAF 2019, Jumat, 2 Agustus 2019. (Foto: Humas PIFAF)
TRANSTIPO.com, Polewali – Kehadiran para delegasi negara peserta Polewali Mandar Internasional Folk and Art Pestivaf (PIFAF) 2019 di Dusun Kanusuang, Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar (Polman) dalam menyajikan tarian khas negaranya disambut antusias masyarakat Bulo.
Ratusan masyarakat beserta pelajar dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan guru-guru tak perduli dengan panasnya terik matahari demi menyaksikan tarian yang disajikan dari delegasi India, Ceko dan Korea Selatan (Korsel).
Perwakilan dari masing-masing negara disambut meriah dengan lambaian bendera kecil masing-masing negara dengan tabuhan musik khas Mandar, rebana.
Plt Kepala Dinas Dispop Polewali Mandar Andi Masri Masdar menyampaikan, di Polman terdapat beberapa kecamatan, dimana pada setiap pagelaran PIFAF secara bergiliran dikunjungi dengan delagasi negara peserta PIFAF.
“Ini bertujuan untuk masyarakat yang tidak sempat menyaksikan langsung di panggung utama PIFAF, jadi didatangkan di Kecamatan secara bergiliran,” kata Masri, Jumat 2 Juli 2019, seperti dalam rilis Humas PIFAF 2019.
Untuk PIFAF tahun 2019 ini kata Masri, sebanyak lima kecamatan yang dikunjungi oleh para delegasi negara yang ikut serta dalam ajang berskala internasional ini. Diantaranya Kecamatan Tapango, Limboro, Mapilli, Bulo dan Wonomulyo.
“Tujuannya agar masyarakat masyarakat bisa menyaksikan secara langsung bagaiaman budaya Korea, Ceko, dan India yang sebelumnya hanya dikenal melalui layar kaca (televisi),” katanya.
Dikatakannya, budaya merupakan jati diri Bangsa Indonesia, mereka pun seperti itu, dengan kebudayaan dan kesenian bisa menjalin persahabatan dan menjaga perdamaian dunia.
WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR