Alibas Lika YF 8 KAV operator sedang menyampaikan sambutan saat pertemuan para pegiat Radio Amatir di Wonomulyo, Polman, Minggu, 26 November 2017. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – YG 8 BB Yayat Launggu mengatakan, tidak mungkin Orarida Sulbar mau melakukan hal yang salah, artinya satu kabupaten dua kepengurusan Orlok (organisasi lokal).

“Ini kan namanya ganda. Saya kira itu infonya lewat via telpon dari Makassar,” kata Yayat, Minggu, 26 November 2017.

Sementara YE 8 FBX Rahmat Tahir, saat dikonfirmasi terkait konflik internal antara dua kubu yang punya hobby sama—bermain lewat Frekwensi—yakni Wonomulyo dengan Polewali.

Kata Rahmat, perpecahan ini susah dibendung karena sama-sama punya dasar yang sama, khususnya wilayah dan jumlah anggota Radio Amatir serta jumlah camar.

“Hal ini juga terjadi di Sulsel. Ada Makassar Timur dan Orlok Makassar Selatan. Saya kira kalau Polewali Mandar (Polman) ini kita pecah jadi dua wilayah. Orlok Polewali dengan Orlok Wonomulyo. Wonomulyo sendiri menjadi Orlok Polman Barat, karena yang ada jumlah wilayah dan anggota memenuhi. Dan, kami tidak membeda-bedakan keduanya,” jelas Rahmat Tahir.

Bagi seorang ‘pemain’ Radio Amatir kawakan di Polman, Haji Alibas Lika, punya solusi tersendiri.

“Kami berharap agar Orarida Sulbar bisa merestui keinginan kami. Agar teman-teman kami di Wonomulyo, Campalagian, Mapilli, Tinambung, Alu, Matangnga, dan Tapango semuanya bisa mendapat pelayanan di Sekretariat Orlok Wonomulyo,” begitu tawaran pemikiran Alibas Lika.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR