Orari Berpesta, Tak Sekadar ‘Berselancar di Udara’

733

TRANSTIPO.com, Polewali – Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Polman berkegiatan besar: AIM HAM Festival dan Happy Camp. Perhelatan ini berlangsung di Polman, sejak Jumat hingga Minggu, 25-27 Agustus 2017.

Tempat acaranya luas dan lapang sebab memilih tempat di halaman Stadion Sayyid Mengga dan di samping lapangan bola basket Sport Center Madatte, Manding, Polewali.

Beragam acara dipilih panitia. Ada ketangkasan dan keterampilan berupa Mobile ARDF, Walking ARDF, Slalom Test Antena, Eyeball QSO, Set-Up Emergency, Home Base Antena, Mobile Antena serta Happy Cump di pelataran Sport Center itu.

Ketua Orari Daerah Polman Andi Ismail AM (YF 8 A IS) yang buka acara ini. Andi Ismail AM, yang juga Sekkab Polman, ketika beri sambutan mengatakan, selamat datang kepada seluruh peserta di bumi Tipalayo, kota tiga dimensi yang punya potensi alam yang luar biasa: daratan dan pantainya yang memesona.

“Semoga pertemuan kita ini berkesan dalam menjalin persaudaraan dan persahabatan mendalam sesama anggota Orari, seperti tema acara ‘Semangat Kebersamaan Menuju Amatir Radio Sejati’,” kata Andi Ismail AM.

Setelah membaca Basmalah—tanda pembukaan dimulai—Andi Ismail AM tak lupa mengenalkan potesi wisata yang dipunyai Polman.

Seusai acara seremoni pembukaan, Andi Ismail AM masih bicara saat jumpa bergerombol insan pers.

“Kiranya panitia acara beri pelayanan yang baik kepada tamu atau peserta di acara tahunan Orari Polman ini,” kata Ismail.

Disampaikan pula, tunjukkan profesionalisme dalam beraktivitas khususnya lomba ketangkasan dan keterampilan dalam berkomunikasi, dan taati aturan dan rambu-rambu dalam menggunakan pesawat radio sehingga kita semua harmonis dalam berkomunikasi dan bergaul sesama radio amatir.

“Kegiatan ini, meski diadakan di Polman, tapi kelasnya bertarap nasional,” kata Andi Ismail AM.

Sementara, ketua panitia pelaksana Hasbi Bravo mengatakan, peserta yang hadir di AIM Festival dan Happy Camp 2017 Polman, ada dari Jakarta, Ternate, Papua, Menado, Sultra, Sulteng, dan Orari lokal Sulsel dan Sulbar.

“Mereka akan mengikuti semua kegiatan yang sudah kami agendakan dalam lomba ketangkasan dan keterampilan. Semua peserta akan ikuti kegiatan sebab selama berada di arena semua peserta nginap di tenda (kemah),” kata Hasbi.

Mengapa mesti nginap di tenda? “Pertama, ada acara hiburan malam. Kedua, agar mudah berkoordinasi kepada semua peserta. Insya Allah, kami akan menjadi tuan rumah yang baik selama acara berlangsung kegiatan,” tutup Hasbi Bravo.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR