Warung kopi May Coffee di Pekkabata, Polewali, Polman. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Kebangkitan Wisata Ngopi di Polewali Mandar (Polman) tak bisa dilepaskan dari awal mula munculnya May Coffee di Bumi Tipalayo—sebutan historis kota Polewali.

Dengan kreatifitasnya itulah, kini telah hadir sekitar 20-an warung kopi (warkop), kedai, dan cafe di kota Pekkabata, Polewali.

Tapi yang memberi warna bagi Barista (penyeduh kopi) dan penikmat kopi di Polewali, ya tetaplah cita rasa May Coffee. Racikannya tak pernah berubah. Bagi Barista, warkop yang satu itu tetap the best—itu soal rasa.

May Coffee berada di Jalan Budi Utomo Pekkabata, Polewali. Warkop ini nyaris tak pernah sepi pengunjung.

Belajar dari May Coffee, cita rasa itu tetap dipertahankan. Bagi penyuka minum kopi, rasa itu nomor wahid.

Tak kepalang, tak sedikit orang rela duduk berlama-lama dengan suasana yang teduh, nyaman, dan asyik.

Tempat ini, atau mangkal di warkop ini begitu memikat hati para pebisnis muda di Polewali. Tak jarang pula, warga yang melintas di kota ini sengaja singgah di kota ini.

Abbas, adalah salah seorang warga Kecamatan Wonomulyo, Polman, sekitar 17 kilometer dari tempat warkop itu.

Tapi Abbas sering mangkal di May Caffee sebab, katanya, ada suasana lain di sini, di warkop May Coffee. “Kita enak bercanda di sini,” aku Abbas kepada laman ini semalam, Kamis, 23 November 2017.

Sudah tak terhitung pula muda-mudi yang ASN di Pemkab Polman suka mangkal di warkop ini.

May Coffee dikelola oleh bang Qurais, salah seorang warga Polewali. Bersama istrinya, Setty, telah komitmen untuk mempertahakan racikan dan cita rasa usaha ‘kopi cairan’ mereka.

Dua puteri Qurais dan Setty ikut membantunya kelola warkop yang masih laris hingga kini.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR