Salah satu lansi binaan LKS-LU Mandar Indonesia, di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Polewali – Gerakan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Mandar Indonesia, terus membantu para lansia di daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar).

Melalui program perawatan sosial lanjut usia, lembaga ini bergerak dengan tujuan mensejahterakan para lansia di sejumlah daerah.

Ketua LKS Mandar Indonesia Fredy Akbar mengatakan, hingga saat ini sedikitnya 65 orang lansia telah mendapat pembinaan dari LKS – LU Mandar Indonesia, melalui program perawatan sosial lanjut usia dan Gerakan Inggai Ma’ assayangngi Tomawuweng (IMT).

Dikatakan Fredy, melaui program tersebut, selain mendapatkan bantuan kebutuhan dasar seperti pemenuhan nutrisi,  juga dilakukan pengecekan kesehatan dan terapi rohani, hingga kebersihan rumah bagi setiap lansia.

Fredy bilang, dengan program perawatan sosial lansia ini, merupakan salah satu upaya memeberikan bantuan kepada lansia yang masuk dalam kategori miskin dan tidak mampu lagi bekerja, sehingga kebutuhan dasar dapat terpenuhi.

“Kami sudah bina sebanyak 65 lansi di beberapa daerah, dengan adanya program ini setidaknya sedikit meringankan beban kepada beberapa lansia ini,” kata Fredy, Jumat 7 Februari 2020.

Kata Fredy, dalam menjamin kesehatan para lansia binaan, lembaga ini menggandeng relawan sosial untuk melakukan kunjungan setiap waktu yang telah ditentukan.

Bukan berkunjung begitu saja, selain melakukan pengecekan kesehatan, LKS – LU juga memberikan bantuan berupa susu, gula, teh, roti, air mineral, sarden, kecap manis, balsem, cresh care, dan sabun, kepada sejumlah lansia.

“Kami bersama pendamping atau relawan sosial melakukan pengecekan kesehatan lansia binaan kami,” terang Fredy.

Dari 65 lansia dibawa binaan LKS – LU Mandar Indonesia, tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar diantaranya, Kecamatan Wonomulyo, Mapilli, Matangnga, Tutar, Polewali dan Binuang.

“Daei jumlah lansia yang kami bina ini, beberapa diantaranya telah terdaftar dalam data BDT, beberapa lainnya yang belum terdaftar kami akan ajukan melalui LKS,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR