Politisi muda Polman Andi Ian Rusali Masdar (kiri) menertawai gaya ABM—ayahnya—dalam sebuah pertemuan tim relawan di Matakali, Polman, dua pekan lalu. ABM sengaja hibur tim muda ABM-Enny untuk sekadar menghibur suasana di sela-sela rapat tim. (Foto: Muhammad Arif)

Kami sudah menangkan kick offmenang di injury time,” kata Andi Ian Rusali Masdar.

TRANSTIPO.com, Polewali – Tren kian naiknya elektabilitas pasangan calon ABM-Enny di angka yang terbilang maksimal, mengindikasikan sulit terkejar oleh rival lainnya di Pilgub Sulbar ini.

Optimisme memenangkan Pilgub Sulbar ini datang dari ketua relawan ABM-Enny, Andi Ian Rusali Masdar.

“Kami sudah bergerak dalam gelombang relawan yang massif. Kurang lebih 6 bulan, kami sudah memulai kick off Pilgub Sulbar secara maksimal. Perbulan Juni dan Oktober, survey ABM sudah di angka sulit terkejar,” kata legislator muda Polman ini pada dua pekan lalu di baruga Todilaling, Matakali, Polewali, atau markas utama pemenangan tim relawan.

Andi Ian—sapaan anak biologis ABM ini—juga menyebut, gerakan terstruktur ABM-Enny belum menurunkan pemain kunci. Disebutnya, strategi fase attacking akan difinalisasi bulan Januari 2017 ini.

“Yang turun selama ini kan baru barisan komuniti-komuniti saja. Tapi hasilnya, teman-teman media sendiri sudah liat kan? Bagaimana kalau di injury time nanti pemain kunci kami yang turun lapangan? Wah, kami pasti hattrick dong!” ungkap Ian sumringah.

Seperti telah diberitakan, pemain kunci ABM-Enny yang dimaksudkan oleh Andi Ian adalah partai besar koalisi Maju Malaqbiq serta tokoh seperti AAS, Agus Ambo Djiwa, KH Muhammad Syibli Sahabuddin, dan Ketua DPW Nasdem Sulbar Andi Ibrahim Masdar (AIM).

“Kan, teman-teman media sendiri lihat, beliau-beliau ini belum turun,” aku Ian.

Jaringan redaksi laman ini telah beroleh konfirmasi, AIM (Bupati Polman, red) telah kantongi izin cuti di tujuh titik kampanye. Menyusul izin cuti telah diterima oleh Bupati Matra Agus Ambo Djiwa. Izin cuti kampanye oleh Anggota DPD RI KH Muhammad Syibli Sahabuddin dalam dekat turun.

MUHAMMAD ARIF Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR