Sejumlah beras yang berhasil diamankan oleh polisi dari Polres Polewali Mandar, Selasa, 20 Maret 2018, dini hari. Beras milik Umar ini diangkut oleh pencuri dari gardu miliknya di Pekkabata, Polewali, dan pelaku berhasil ditangkap di daerah Pinrang, Sulawesi Selatan. (Foto: Burhanuddin)

TRANSTIPO.com, Polewali – Sebuah gardu yang berisi beras jualan di Jalan Pemuda, tak jauh dari Pasar Sentral Pekkabata, Polewali, telah dibobol oleh maling pada Selasa, 20 Maret 2018, dini hari.

Pelaku pembobol itu beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Polewali Mandar. Barang bukti adalah sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi DD 1205 LZ.

Barang bukti lainnya adalah dan tumpukan beras kepala berat 25 kg dengan jumlah sekitar dua ton lebih. Beragam jenis merek beras yakni Putri Duyung, Nenas, Ketupat, dan Mawar.

Menurut pemilik gardu yang dibobol itu, Umar mengatakan, “Saya ketahui kalau gardu saya dibobol ketika saya melintas ke depan gardu. Saya pergi shalat subuh di Masjid, namun karena sudah berkumandang adzan jadi saya terus ke Masjid dulu. Usai shalat baru kembali ke gardu dan sudah melihat kejadian itu.”

Umar melanjutkan, “Beras saya ludes diangkat maling, dan informasi dari masyarakat ada mobil Avanza yang standby di depan gardu namun warga tidak curiga karena disangkanya pemilik gardu yang sedang menaikkan beras ke mobil itu.”

Setelah itu, kata Umar, saya melaporkan kejadian ini ke polisi. Menurut pengakuan Umar, ini kejadian kali kedua ia kecurian. “Tapi peristiwa pertama beras sudah tidak ditemukan,” katanya.

Saat itu juga polisi melakukan pengejaran. Beras dan mobil berhasil ditemukan di daerah Bunging, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pada pukul 14.30 Wita, sejumlah barang bukti itu telah berada di Mapolres Polewali Mandar.

Waka Polres Polewali Mandar Kompol Aska Mappe mengatakan, beras yang sudah ditemukan tersebut diamankan dulu guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kita belum tahu persis apa motif pembongkaran gardu itu. Kita tunggu saja proses selanjutnya,” kata Kompol Aska Mappe.

“Kami mohon agar pelaku ini diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” harap Umar.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR