Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (kanan) sedang diwawancara oleh sejumlah awak media terkait kedatangan Hamida dari Malaysia, Polewali, Kamis, 25 Januari 2018. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Hamida Binti Hamiru (43), warga Makkobong, Kecamatan Matakali, Polman, adalah perantau ke Malaysia.

Suami Hamida dan seorang anak yang baru berumur dua tahun menyusul sang ibu ke negeri jiran itu. Sayang, di Terengganu, Malaysia, keluarga dari Makkombong ini ditahan oleh polisi Diraja, Malaysia.

Hamida, sang ayah dan seorang anak balita ini ditahan hingga selama dua tahun di Kualalumpur, Malaysia, lantaran keluarga ini tak memiliki dokumen resmi untuk masuk negara Malaysia.

Setelah mengetahui ihwal penahanan itu, pihak keluarga Hamida di Polman menghubungi Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (AIM).

Bupati AIM kemudian perintahkan Kabid Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Pemkab Polman Indar Jaya berkomunikasi sengan pihak KBRI di Malaysia.

Mendapat respon dari KBRI Malaysia, Indar Jaya kemudian beritahu pihak keluarga Hamida di Polman.

Terkait pemulangan Hamida dan keluarganya di Malaysia itu, pihak keluarganya di Matakali bersedia menanggung semua biayanya.

Perlawakilan resmi Indonesia di Malaysia bertanggungjawab memulangkan Hamida ke kampung asalnya di Makkombong.

Hal itu diceritakan oleh Indar Jaya kepada sejumlah pekerja media di Rumah Jabatan Bupati Polman, Polewali, Kamis, 25 Januari 2018.

Menurut Indar Jaya, prosesi melepaskannya tidak terlalu sulit karena Hamida ditangkap bersama anaknya di penampungan TKI.

Hamida (tengah), peratau di Malaysia yang sempat ditahan oleh polisi Dijara Malaysia, kini telah kembali ke Makkombong, Matakali, Polman. Hamida beri keterangan kepada awak media Rumah Jabatan Bupati Polman, Polewali, Kamis, 25 Januari 2018. (Foto: Burhanuddin HR)

“Dokumen yang dimiliki hanyalah izin melancong sementara Hamida bekerja di sana, termsuk anaknya tidak punya dokumen (akta lahir di Malaysia). Mereka dinyatakan warga Ilegal yang masuk ke Malaysia,” kata Indar Jaya.

Di tempat yang sama, Hamida mengatakan, “Terima kasih kepada Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar yang telah berupaya melepaskan kami. Selama dua Bulan ditahan polisi Diraja Malaysia. Kami diperlakukan dengan baik dan tak ada tekanan,” kata Hamida.

Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar kepada keluarga Hamida mengatakan, “Jadi ini menjadi pengalaman bagi kita, jangan lagi terulang berangkat ke Malaysia pakai jaza calo yang diiming-imingi gaji besar. Berangkatlah secara resmi ke Malaysia lewat pelabuhan laut Tanjung Silopo degan rute Nunukan. Berangkat dengan dokumen resmi, insya Allah kita bekerja dengan aman di negeri jiran Malaysia tanpa gangguan.”

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR