Andi Alisadikin, Lurah Takatidung, Kecamatan Polewali, Polman. (Foto: Burhanuddin HR)

Jika Berkah Allah turun untuknya, itu pertanda ia bisa dipindah di tempat lain. Itu harapannya.

TRANSTIPO.com, Polewali – Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Kelurahan ini berada di pesisir pantai selatan kota tua Polewali.

Kelurahan ini merupakan tempat dengan sekitar 70 persen warganya bekerja degan mata pencaharian sebagai nelayan dan petani tambak. Hanya sebagian kecil sebagai petani sawah.

Dan, hanya berbilang jari bekerja sebagai ASN dan wiraswasta. Tak sedikit warganya pergi merantau ke pulau seberang—salah satunya ke Pulau Kalimantan. Makanya, meski keluraha dalam kota Polewali, tapi pada musim ‘lotre’ lalu, data wajib pilihnya hanya sekitar 600 orang.

Lurah Takatifumg Alisadikin yang ditemui kru laman ini di Polewali pada Senin sore, 29 Januari 2018, bercerita singkat.

“Saya sudah 9 tahun jadi lurah. Alhamdulillah, situasi di kelurahan tetap kondusif, aman, dan tentram,” kata Alisadikin kepada Burhanuddin HR dari transtipo.com.

Dari pengakuannya, “Saya bermohon kepada Allah agar diberi Berkah. Dan, salah satu Berkah itu, beberapa tahun terakhir ini, di pesisir pantai sudah tak ada lagi angin kencang dan air meluap. Dulu terkadang datang secara tiba-tiba.”

Dulu, kata Alisadikin, kampung nelayan di Takatidung ini dibuka oleh seorang tokoh Adat yang bernama Latanratu. Beliau berasal dari Tanjung Buku—kini Desa Buku, Kecamatan Mapilli atau bagian selatan dari Kecamatan Wonomulyo, Polman.

KelurahanTakatidung terdiri lima lingkungan: Lingkungan Latea, Lingkungan Alli Alli, Lingkungan Mangaramba, Lingkungan Pajala, danLingkungan Takatidung .

Dari lima lingkungan ini, hanya Lingkungan Latea yang tidak berada di pesisir pantai, sedangkan empat lingkungan lainnya adalah hamparan pesisir.

Sebagai penutup sajian ini, Andi Alisadikin menitip harapan—kepada atasannya tentunya.

“Harapan saya di tahun 2018 ini, seusai pesta demokrasi Juni 2018, sudihlah kiranya saya diposisikan di tempat lain. Sudah 9 tahun saya jadi Lurah Takatidung. Sudah cukup lama. Kami mengabdi perlu penyegaran,” kata alumni STPDN dan pendiri AiM Track ini.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR