Komandan Kodim Polmas bersama rombongan sasar wilayah teritorialnya dalam mengantisipasi kebakatan hutan dan lahan di Kabupaten Polman, 21-22 September 2019. (Foto: Zaenal/Bapen Kodim 1402/Polmas)

TRANSTIPO.com, Polewali – Seperti yang telah diberitakan laman ini sebelumnya, sejumlah titik api telah merambahi area hutan pinus di Kabupaten Mamasa, salah satunya. Melihat hal itu, sejumlah pihak telah turun memadamkan api di hutan pinus tersebut.

Ancaman kebakaran hutan tentu tidak hanya di Mamasa. Semua daerah, segala pihak, mesti waspada dan bergandengan tangan bergerak bersama.

Untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhulta), puluhan motor trail dari sebuah komunitas trail di Polewali Mandar (Polman) turut mendampingi Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo sasar wilayah teritorialnya.

Selain komunitas trail tersebut, Dandim juga didampingi oleh beberapa pejabat dari Pemerintah Kabupaten Polman, Kapolsek Matangnga Iptu Andi Radi, serta Danramil Tinambung Inf Syarifuddin.

Dandim bersama rombongan menyusuri delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Polman di antaranya, Kecamatan Wonomulyo, Kecamatan Mapilli, Kecamatan Campalagian, Kecamatan Balanipa, Kecamatan Limboro, Kecamatan Tutar, Kecamatan Luyo, dan Kecamatan Alu. Mereka menempuh perjalanan selama dua hari yang dimulai pada Sabtu hingga Minggu, 22 September 2019.

Tampak Kapolsek Matangnga Andi Radi (kiri) turut mendampingi Komandan Kodim Polmas bersama rombongan sasar wilayah teritorialnya dalam mengantisipasi kebakatan hutan dan lahan di Kabupaten Polman, 21-22 September 2019. (Foto: Zaenal/Bapen Kodim 1402/Polmas)

Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo mengatakan, kegiatan patroli ini untuk melihat langsung wilayah teritorial Kodim 1402/Polmas sekaligus menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.

“Pencegahan kebakaran hutan melalui himbauan dan pemasangan banner merupakan kegiatan awal yang paling penting dalam pengendalian kebakaran dan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara terus menerus,” kata Letkol Arh Hari Purnomo.

Dikatakannya, penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada umumnya 99,9 persen disebabkan oleh ulah manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaiannya, sementara 0,1 persen sisanya disebabkan karena alam.

Ditambahkannya, bencana kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan serius yang harus dicegah secara  bersama-sama sedini mungkin.

“Karena dampak dari kebakaran hutan sudah menjalar ke negara-negara tetangga sehingga kita harus antisipasi sedini mungkin,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR