Gubernur Sulbar periode 2017–2022 Ali Baal Masdar (kiri) sedang ceramah di Masjid Akbar Nuruttaubah Lapeo, Campalagian, Polman, Sulbar, dalam rangka memeringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Jumat, 1 Desember 2017. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Polewali – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momen untuk mengevaluasi sejauh mana sebagai umatNya mampu mencontoh keteladanan Rasulullah SAW, baik dalam aspek ritual maupun aspek ibadah social.

“Kita berharap dengan peringatan Maulid ini, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” sebut Ali Baal Masdar (ABM), Gubernur Sulbar periode 2017–2022, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Masjid Nuruttaubah Lapeo, Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Jumat, 1 Desember 2017.

Tantangan terbesar dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, urai ABM, adalah perilaku akhlak yang semakin terdegredasi oleh pola hidup dan individualistic—merupakan bagian perilaku jaman jahiliah. Namun Rasulullah SAW dengan penuh keteladanan mampu merubah perilaku tersebut.

“Kekuatan Iman dan keteladanan serta kekuatan Doa, kita jadikan tolak ukur karena dengan kekuatan Iman, kita akan menghasilkan manusia-manusia yang cerdas, tangguh, jujur, professional, dan berakhlak mulia,” kata ABM.

Sedangkan keteladanan, menurut ABM, akan melahirkan partisipasi dalam setiap kebaikan. Begitu pula kekuatan doa akan melahirkan kekuatan jiwa yang akan menuntun pada kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

ILHAM Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR