Kepala SMKN 1 Pasangkayu Usman (kanan) sedang beri keterangan kepada salah seorang wartawan di Pasangkayu di ruang BK, Sabtu, 29 April 2017. (Foto: Firmansyah)

Dulu banyak prestasi di sini. Kini tinggal kenangan dari masa lalu saja,” kata Ambol Asrul.

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pasangkayu gelar penamatan dan perpisahan peserta didik kelas XII untuk tahun ajaran 2016/2017. Acara ini dipusatkan di halaman sekolah di Desa Gunung Sari, Sabtu, 29 April 2017.

Perpisahan ini dihadiri Kepala SMKN 1 Pasangkayu Usman MPd, Ketua Komite Sekolah Ambo Asrul, Kades Gunung Sari, dewan guru, dan para orangtua siswa, serta seluruh siswa-siswi.

Kepala SMKN 1 Pasangkayu, Usman, mengatakan, saat ini tak fokus untuk raih penghargaan Adiwiyata—penghargaan yang pernah diboyong sekolah ini sebelum ia pimpin.

“Saya fokus benahi diri, perbaiki kinerja guru, dan ketertiban siswa. Meski saya sadari bahwa belum lakukan yang terbaik untuk sekolah ini,” kata Usman, jujur.

Ketika ditanyakan perihal minimnya kepercayaan orangtua siswa terhadap sekolah yang ia pimpin, dan terpaan issu tak sedap berupa dugaan sejumlah siswa-siswi terdampak penyakit virus HIV/AIDS.

Usman tak bersedia menjawab secara gamblang. Dari sunggingan senyumnya yang seadanya seolah menandakan ia ragu menjawab soal yang ditanyakan itu.

“Saya hanya sekadar fokus benahi sekolah. Dan, saya akui bahwa tingkat kepercayaan orang tua siswa itu mulai menurun,”kata Usman.

Tentang issu yang tak sedap itu, Usman bilang dengan bersayap, “Saya sedang berusaha, meski cobaan banyak melanda.”

Bahwa penyakit sosial itu memang terjadi, Usman beri gambaran, “Pergaulan anak didik tak bisa dikontrol di lingkup sekolah saja. Tapi di luar sekolah juga perlu diperhatikan. Utamanya anak-anak yang tinggal di kos-kosan.”

Di sisi lain, Ketua Komite Sekolah, Ambo Asrul, angkat bicara persoalan sekolah ini. Ia bilang pada laman ini, “Saya sedang berusaha kembalikan masa kejayaan SMK Negeri I Pasangkayu. Dulu, sekolah ini pernah meraih predikat sebagai salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Mamuju Utara.”

“Dulu banyak prestasi di sini. Kini tinggal kenangan dari masa lalu saja,” kata Ambol Asrul.

Menurut Ambo Asrul, tingkat kepercayaan orangtua siswa terus digenjot. Biar anaknya mulai sekolah di sini lagi. Tentang issu miring itu, katanya, akan segera diantisipasi.

“Pergaulan bebas harus ditindaklanjuti biar anak yang lain tak ikut-ikutan dampaknya,” kata Usman beri solusi.

FIRMANSYAH

TINGGALKAN KOMENTAR