Legislator Erwinda dan Kontraktor, ‘Berpolemik’ di Matra

1663

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Rekaman suara visual yang disadap terkait pembicaraan salah seorang Anggota DPRD Matra, Erwinda, dengan seorang oknum kontraktor, kini heboh di Matra.

Rekaman oleh Erwinda—politisi Partai Amanat Nasional (PAN)—itu menyebutkan jika Erwinda menawarkan “aspirasi paket proyek” kepada salah seorang kontraktor.

Disebutkan, Erwinda diduga minta uang Rp20 juta kepada kontraktor tersebut untuk keperluan menutupi utang kredit mobil miliknya.

Umum diketahui, seorang anggota DPRD tak dibenarkan menawarkan, kerja proyek, memungut fee proyek dan lainnya, karena itu dianggap bertentangan dengan aturan di DPRD.

Suara dalam rekaman suara itu berdurasi 15 menit. Waktu kejadiannya, pukul 09.27 WITA di hari Sabtu, 25 Maret 2017. Kuat dugaan suara Erwinda, ia sampaikan sejenis proyek yang ada di Bappeda Kabupaten Matra.

“Itu aspirasi proyek saya, bukan aspirasi orang lain. Hitungannya, dari 100 persen maka bagian saya 20 persen,” kata Erwinda, politisi perempuan dari dapil Bambarasa (Bambalamotu, Bambaira, dan Sarjo).

Orang yang dimaksud Erwinda dalam rekaman tersebut, adalah salah seorang kontraktor — yang terkesan menawarkan proyek.

Erwinda menambahkan, dikutip dari rekaman itu, sebanyak tiga titik aspirasi paket pekerjaan pembukaan jalan yang diklaim proyeknya berada di Kecamatan Sarjo. Di antaranya pembukaan jalan Desa Sarjo, Desa Letawa, dan Desa Maponu.

Semua paket bernilai ratusan juta itu, jika ia diberikan uang saat ini senilai Rp60 juta, maka proyek aspirasi itu bakal dijual untuk menutupi kredit mobil pribadinya.

“Yang penting ada uang di tempat dan informasi jangan dikasih tahu orang, maka saya akan berikan. Saya butuh uang, daripada mobil saya ditarik jadi aspirasi paket akan dijualkan,” begitu suara Erwinda lagi.

Ketika Erwinda dikonfirmasi melalui SMS lewat telepon selulernya dengan nomor 08234747XXXX pada Senin, 27 Maret 2017, terkait apakah benar Anggota DPRD Matra ini melakukan lobi ataupun menawarkan paket proyek ke pihak kontraktor di Kecamatan Sarjo tersebut.

Namun Erwinda memilih bungkam dan enggan memberikan pernyataan apa pun.

FIRMANSYAH

TINGGALKAN KOMENTAR