Haris, mantan Kepala Desa Pangiang. (Foto: Arham)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Setelah ia dikalahkan Rizal daam pemilihan PAW Kepala Desa Pangiang pada Kamis, 5 September lalu, Haris terus bergerak.

Kemenangan Risal atas dirinya, mula-mula Haris gerogoti Risal dengan membuka ke publik terkait kelengkapan berkas saat pencalonannya sebagai calon Kepala Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamoto, Kabupaten Pasangkayu.

Haris menuding bahwa berkas pencalonan Rizal itu layak dipertanyakan. Meski ia menerima hasil plano perolehan suara melalui pemilihan antar waktu (PAW), Haris yang mantan Kepala Desa Pangiang itu tetap beri interupsi kelengkapan berkas Rizal, kepala desa yang terpilih.

Menurut Haris, saat proses berjalan pihak panitia tidak menunjukkan berkas bebas temuan dari inspektorat yang menjadi salah satu persyaratan mutlak bagi perangkat desa untuk ikut PAW.

“Seharusnya panitia menunjukkan berkas bebas temuan sebagai persayaratan mutlak. Meski saya menerima hasil plano perhitungan akhir suara, namun saya tetap mempertanyakan,” tutur Haris, Jumat, 6 September 2019.

Mengetahui hal itu, Rizal tak diam. Saat dikonfirmasi, ia bilang bahwa jauh hari sudah menyerahkan kepada panitia.

“Saya menduga panitia mungkin lalai sehingga berkas tersebut tercecer. Yang jelas kami sudah serahkan,” kata Rizal kepada laman ini.

Saat dikonfirmasi, Syukur, ketua panitia pemilihan kepala desa, mengatakan bahwa ia sedikit lalai, lupa menyatukan seluruh berkas calon kepala desa.

Pemenang pilkades Pangiang, Rizal (kiri) dan Haris (kanan). (Foto: Arham)

“Berkasnya (Rizal, red) sudah lengkap, termasuk bebas temuan. Tapi kami mohon maaf karena lupa menyatukan dengan berkas lain. Maklum banyak kesibukan,” kilah Syukur.

Haris akan loncat ke Polewali

Haris belum habis. mantan kepala desa Pangiang ini akan mengadu nasib untuk maju pada pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Polewali, Kecamtan Bambalamotu, Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Pengalamannya menjadi kepada desa di Pangiang selama 8 tahun dirasa adalah bekalnya maju di pilkades Polewali nanti.

Jika tak ada aral, pilkades serentak akan diikuti 21 desa di Kabupaten Pasangkayu pada Oktober mendatang, salah satunya Desa Polewali. Tahapan pendaftaran masih menunggu jadwal dari PMD sekitar minggu depan.

“Saya sedang melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk pemilihan nanti,” kata Haris di Salule, Minggu, 8 September.

Ia mengaku sudah mengantongi dukungan dari beberapa tokoh masyarakat di Desa Polewali tersebut.

“Saya sudah bertemu dengan beberapa tokoh di Dusun Mulyosari. Dalam waktu dekat, saya akan mencari dukungan masyaralat adat Bunggu,” tuturnya.

Kata Haris, bila terpilih ia siap pindah domisili di Desa Polewali demi tugas.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR