Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan dan Mutasi BKPPD Mamuju Utara Andi Baso. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Pemerintah daerah Mamuju Utara terus berupaya meningkatkan kinerja pegawai agar lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

Keseriusan pemda pada pelayanan publik telah dituangkan melalui program unggulan nawajiwa (sembilan agenda pokok) dalam dimensi pelayanan publik dengan menerapkan penguatan kelembagaan pemerintah daerah sebagai wujud reformasi birokrasi.

Selain itu, revolusi mental yang dicanangkan presiden Jokowi oleh pemerintahan Agus-Saal untuk periode kedua ini diimplementasikan dengan melakukan pengajian rutin setiap malam Jumat bagi ASN dan juga masyarakat.

Ini dimaksudkan agar dapat memperbaiki mental spritual ASN demi meningkatkan integritas dan etos kerja, serta mampu memahami tugas pokok dan fungsinya selaku pelayan publik dengan cara pendekatan diri pada Tuhan.

Tak sampai di situ yang dilakukan pemda Matra, kali ini melalui BKPPD (Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan Daerah) melakukan terobosan inovasi dengan membentuk tim gabungan detektif ASN.

Meneurut kepala bidang perencanaan, pengadaan dan mutasi BKPPD Matra Andi Baso, hal itu bertujuan mengawasi para pegawai yang lalai dalam menjalankan tugas dan kewajibannya selaku pelayan publik.

Tim ini tambah Andi Baso, terdiri dari oknum tiap OPD dan unsur masyarakat baik LSM maupun kalangan insan pers dan bekerja secara sukarela.

Andi Baso berharap semua kalangan mendukung, sehingga program ini akan berjalan baik demi perbaikan mutu ASN yang selama ini dinilai kurang memuaskan.

“Kami berharap program ini berjalan baik dengan dukungan penuh semua pihak, sebab tim yang direkrut teridiri dari oknum dari masing-masing OPD, insan pers dan juga LSM,” harap Andi Baso.

Ia pun menegaskan tak segan merekomendasikan sanksi berat berupa pemecatan bagi pegawai yang abai dari tugas pokok dan fungsinya, sebab ini dapat menghambat pelayanan publik.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR