Suasana pelantikan Firman (tengah), Penjabat Sekkab Pasangkayu oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa di Ruang Kerja Bupati Pasangkayu, Senin, 21 Mei 2018. (Foto: Arham)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Akhirnya Bupati Pasangkayu Agus Ambo Jiwa melantik Penjabat Sekretaris Daerah Pasangkayu, Firman, yang berlangsung di ruang kerja bupati, Senin, 21 Mei 2018, menggantikan HM. Natsir yang kini pindah tugas ke Pemprov Sulawesi Barat.

Agus menghimbau agar Penjabat Sekda Pasangkayu yang baru diambil sumpahnya mampu menjalankan tugas dan amanat selama tiga bulan ke depan secara sungguh-sungguh.

Ia juga meminta, pejabat yang dilantik melakukan konsolidasi dan membangun komunikasi kepada seluruh elemen agar pemerintahan berjalan dengan baik.

Selang beberapa saat, beberapa Anggota DPRD Pasangkayu melayangkan kritikan kepada Pemkab Pasangkayu. Salah satunya Ikram Ibrahim. Ia menganggap pemkab tidak menghargai lembaga DPRD selaku mitra, karena tidak ada penyampaian antar lembaga melalui surat.

Politisi senior Partai Demokrat Aksan Yanbu juga sangat menyesalkan kejadian ini. Ia beralasan, sebagai DPRD secara lembaga mesti disampaikan.

Meski begitu, ia tetap menghargai hak prerogatif bupati terkait pengangkatan atau pemberhentian Sekda berdasarkan Perpres Nomor 3 Tahun 2018.

Walaupun Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengklaim, tidak ada tendensi tertentu pada pengangkatan Firman selaku Penjabat Sekda sebagaimana isu yang berkembang selama ini.

Namun, Aksan tetap mempertanyakan alasan bupati melantik mantan Kepala Bappeda Pasangkayu itu, sebab pelaksana harian bisa saja melanjutkan selama tiga bulan.

Lanjut Aksan, hingga saat ini publik juga masih bertanya soal kepindahan Natsir, apalagi dikaitkan dengan kisruh antara keduanya yang merebak di beberapa media sekitar dua tahun lalu.

Wakil Bupati Pasangkayu HM. Saal mengklarifikasi miss informasi (kesalahan informasi) terkait surat penyampaian ke DPRD.

Karena, melalui asisten, ia menyampaikan surat sudah dilayangkan, tapi mungkin sebagian anggota DPRD yang tidak tahu.

Ia berharap, kejadian ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena dikhawatirkan terjadi polemik berkepanjangan.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR