Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (tengah) foto bersama dengan sejumlah staf di Rumah Sakit Regional Sulbar, Rabu, 13 Desember 2017. (Foto: Arisman Saputra)

ABM menyapa pasien di RS Regional Sulbar.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengambil langkah penyelesaian atas masalah yang terjadi di Rumah Sakit Regional Sulbar terakhir ini.

Salah satu masalah dimaksud di rumah sakit ‘plat merah’ milik Pemprov Sulbar itu adalah sejumlah dokter minta untuk mengundurkan diri, beberapa waktu lalu.

Setelah itu, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar kemudian lakukan dialog intensif kepada pihak pimpinan rumah sakit itu, dan ada solusi dilahirkan.

Pada Rabu, 13 Desember 2017, Ali Baal Masdar mengunjungi Rumah Sakit Regional Sulbar. Lelaki yang akrab disapa ABM ini ditemani oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulbar Achmad Azis dan Staf Ahli Bidang Komunikasi Gubernur Maenunis Amin.

Kunjungan ABM ke rumah sakit ini dilakukan secara tiba-tiba. Bahkan, dari penelusuran di Kantor Pemprov Sulbar, pihak Humas dan Protokoler Pemprov Sulbar pun tak tahu agenda kunjungan mendadak ini.

Setelah kunjungan mendadak itu, kepada sejumlah wartawan ABM mengatakan, “Hari ini saya puas karena pelayanan sudah berjalan normal kembali dan obat yang dibutuhkan pasien juga sudah ada di apotek setempat. Namun yang dikeluhkan pasien yakni gedung yang kurang lengkap.”

Perihal gedung dimaksud itu, ABM katakan, “Kami yakinkan insya Allah tahun depan gedung baru yang ada di belakang sudah dapat kita tempati. Januari 2018, gedung baru kita sudah dapat gunakan.”

Tentang pelayanan?

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (tengah) sedang menyapa pasien di Rumah Sakit Regional Sulbar, Rabu, 13 Desember 2017. (Foto: Arisman Saputra)

ABM jelaskan, pelayanan kepada pasien kita akan benahi terus-menerus dengan meningkatkan kualitas, salah satu caranya mengirim staf berkunjung atau studi banding ke rumah sakit yang sudah maju, mulai dari perawat sampai bidan.

Untuk dokternya sendiri, kata ABM, kita akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai kontrak kerja sama. “Kita akan perbarui,” kata ABM.

ABM juga bilang, ketika gedung baru sudah digunakan maka gedung lama akan dijadikan gedung rumah sakit ibu dan anak. “Tapi tentunya gedung lama ini kita perbaiki dulu agar semakin bagus dan nyaman bagi pasien,” harap ABM.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR