Unjuk Rasa, Mahasiswa Unimaju Segel Kampus

1023
Mahasiswa Unmaju melakukan unjuk rasa di depan kampus mereka, Jalan Baharuddin Lopa Mamuju.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) melakukan unjuk rasa di depan kantor rektorat, Jalan Baharuddin Lopa, Mamuju, pada Jumat (9/7).

Mahasiswa menuntut kejelasan pergantian rektor yang sampai saat ini masih dalam polemik setelah beberapa saat lalu berubah bentuk dari Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju menjadi Universitas.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pengangkatan Plt Rektor Unmaju dari pengurus wilayah muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, adanya Plt dianggap merugikan mahasiswa, sebab pelayanan administrasi tidak berjalan maksimal.

“Mendesak pengurus pusat muhammadiyah agar segera memperjelas siapa yang legal menjadi rektor Unimaju, agar pelayanan kampus tidak berlangsung lama mogoknya,” tutur koordinator aksi, Muh. As’ad Masdar

ketua himpunan mahasiswa manajemen, Reza menyeruhkan pengurus sebelumnya ditetapkan sebagai rektorat kampus, hal itu menurutnya untuk mengembalikan legalitas administrasi bagi mahasiswa yang akan melakukan KKN, ujian tahap akhir serta pengesahan ijazah.

“Sampai saat ini tidak ada kejelasan siapa rektor yanv punya legalitas, pak muchtar yang dulu punya legalitas tapi diganti dengan rektor yang tidak jelas,” tutur Reza.

Mahasiswa lainnya menuntut kampus segera melakukan perbaikan administrasi bidang kemahasiswa, yang dianggap belum jelas.

“Seharusnya setelah berubah menjadi Universitas pelayanan administrasi dan pengaktivan lembaga kampus bisa berjalan, tapi sampai hari ini tidak dilakukan, kami ingin kampus inj lebih baik sehingga kami melakukan aksi,” tutur Mahmud, Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembanguna (Himepa) dengan megaphonenya.

Setelah sempat bersitegang dengan pihak keamanan kampus, mahasiswa akhirnya di temui, perwakilan pengelola kampus.

Dimisioner Wakil Ketua I Bidang Kemahasiswaan STIE Muhammadiyah Mamuju, Hj. Yati Heryati kepada mahasiswa mengatakan, bukan kewenangan pihak pengelola terhadap kebijakan penunjukan rektor, namun ia berjanji akan memfasilitasi tuntutan mahasiswa tersebut kepada pihak perserikatan Muhammadiyah.

“Ini kewenagan perserikatan, sehingga saya tidak punya rana menanggapi soal rektor kepada adik-adik mahasiswa, namun hal ini akan langsung kita lakukan pembahasan dan akan mengundang yang bersangkutan untuk berdialog ke mahasiswa,” tutur Yati Heryati.

Akibat aksi mahasiswa tersebut, kegiatan pelayanan di kantor Rektorat Unimaju sempat lumpu, Mahasiswa juga berhasil menyegel kampus dan memaksa pengelola untuk pulang.

SUGIARTO Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR