Warga Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju membuat 63 tiriq yang digelar di belakang Masjid Rimuku dalam perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW pada Minggu pagi, 25 November 2018. (Foto: Arisman)

Dari bibir pantai Manakarra, Mamuju, suara pengeras dari menaro (menara) Masjid Rimuku terdengar suara salah seorang pegawai syara’. Ia menyerukan bahwa akan segera dilaksanakan seremonial tradisi Mammulu’ (Maulid Nabi Muhammad SAW).

Pagi tadi, sekitar pukul 07.30 WITA itu, jarak antara bibir pantai Manakarra dan Masjid Rimuku hanya sejauh sepelemparan baru. Jika Anda sedang berjemur santai di pantai itu, masih tampak jelas menara Masjid yang berwarna indah.

“Anda akan menyaksikan tiri’ terpanjang di Mamuju,” begitu suara lelaki itu menyeru melalui bantuan pengeras suara yang dipancarkan secara meluas dari puncak menara Masjid.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Warga Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), merayakan penyambutan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2018 ini pada Minggu, 25 November 2018.

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada setiap 12 Rabiul Awal, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 20 November 2018. Umat Muslim di Indonesia biasanya menyambut Hari Kelahiran Muhammad itu dengan merayakan dengan cara yang beragam. Ada yang melaksanakan pengajian, menyampaikan syiar suri tauladan Nabi, sampai lomba-lomba yang dibumbui kreatifitas pelaksananya namun tetap bertemakan keagamaan.

Perayaan Mammulu’ atau Maulid Nabi adalah tradisi reliji musiman saban tahun bagi umat Muslim di Nusantara—Indonesia. Kali ini, warga Rimuku merayakannya dengan cara yang agak unik.

Warga Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju membuat 63 tiriq yang digelar di belakang Masjid Rimuku dalam perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW pada Minggu pagi, 25 November 2018. (Foto: Arisman)

Dari pantauan kru laman ini, sepanjang jalan Ranggong – Jalan Abdul Khalik Pua Cabai – Jalan Pontiku di Keluruhan Rimuku, Kecamatan Mamuju, tampak berjejer puluhan tiriq—ada yang berbahan dari bambu, pohon pisang lalu dipasangi segala pernak pernik—lengkap dengan pelbagai macam makanan khas daerah dan buah-buahan. Tapi, setiap tiriq tak bisa dipisahkan dengan telur masak yang dibungkus dengan kertas berwarna.

Di tempat perayaan Maulid ini, saya mewawancarai salah seorang tetua yang juga Kepala Lingkungan Rimuku, Heru Purnomo. Ia mengatakan, kegiatan peryaan ini bukan hanya sensasi semata melainkan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SWA sekiranya memberi spirit mempersatukan masyarakat, dan mengandung nilai semangat gotong royong.

“Jangan pernah cari perbedaan tetapi mari kita selalu mencari persamaan untuk kebersamaan,” terang Heru Purnomo.

Ia menambahkan, kita memperlihatkan kepada generasi muda, karena jujur saja generasi muda kita saat ini masih dilanda krisis moral, sehingga dengan kegiatan yang kita lakukan ini, mereka dapat berpikir untuk mencintai agama dengan menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan.

“Kita rayakan seperti ini supaya anak muda atau generenasi kita mengerti bahwa Rasulullah itu adalah suri tauladan yang baik, arif, bijak, dan terpercaya,” ujar Heru.

Warga Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju membuat 63 tiriq yang digelar di belakang Masjid Rimuku dalam perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW pada Minggu pagi, 25 November 2018. (Foto: Arisman)

Menurutnya, kegiatan ini melahirkan antusiasme masyarakat Kelurahan Rimuku. Jadi tidak ada yang dipertandingkan atau perlombaan.

“Ini murni motivasi dari diri masyarakat Rimuku sendiri,” kata Heru Purnomo.

Terakhir, ia bilang bahwa jumlah tiriq yang dibuat oleh warga lalu ditebar di sekitar Masjid Rimuku ini sebanyak 63 buah.

“Mengapa 63 buah? Itu disesuaikan dengan umur baginda Rasulullah Muhammad SAW,” tutup Heru.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR