Hj. Andi Ruskati Ali Baal, Anggota DPR RI dari Partai Gerindra. (Foto: Ist.)
St. Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Sulbar dari Partai Demokrat. (Foto: Ist.)

TRANSTIPO.COM, Mamuju – Dua perempuan politisi di Sulawesi Barat bicara tentang dua hal: pandemi virus yang masih mewabah di dunia dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dihelat di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Andi Ruskati Ali Baal adalah politisi Partai Gerindra yang saat ini duduk di Komisi IX DPR RI. Pada pemilu legislatif (Pileg) 2019 lalu, Ruskati raih satu kursi untuk Gerindra yang mengantarnya ke Senayan (Jakarta) untuk periode lima tahun kedua.

St. Suraidah Suhardi adalah politisi Partai Demokrat Sulawesi Barat yang saat ini Ketua DPRD Sulawesi Barat. Suraidah didapuk sebagai Ketua DPRD Sulbar sebab partainya pemenang Pileg 2019 dan pemilik kursi terbanyak pertama di DPRD Sulbar.

Kedua politisi ini menjawab pertanyaan laman ini pada Senin petang, 20 Juli 2020. Dari penjelasan keduanya, jadilah tulisan pendek ini.

Ruskati mengaku menjalani aktifitas Senin kemarin itu dengan sejumlah kesibukan. Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulbar, ia bilang lembaga ‘darma wanita’ yang ia pimpin itu telah menggalang bantuan dan baru saja menyalurkannya untuk masyarakat terdampak korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kami juga mengunjungi Rumah Sakit Regional dan Rumah Sakit Mamuju untuk membagikan masker dan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis,” katanya kepada laman ini.

Menurutnya, masker dan APD itu penting bagi petugas medis sebab kalau mereka tak sehat, siapa yang akan mengurusi pasien terdampak Covid-19.

“Saya heran, kenapa ini di Sulbar tambah banyak orang kena Covid di!” ujarnya. “Karena tidak disiplin masyarakat, barangkali. Saya heran, setelah new normal banyak yang kena virus.”

Ia juga tak membantah ketika dikonfirmasi terkait dua ajudan Sekda Sulbar (Muhammad Idris DP) yang terpapar Covid-19.

“Iya, kena virus. Diisolasi di rumah sakit. Tapi pak Sekda negerif,” kata Ruskati.

St. Suraidah mengaku heran dengan meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di Sulbar. “Mestinya di perbatasan antar-provinsi diperketat,” kata Suraidah.

Anggaran penanganan Covid di Sulbar, Suraidah tak bicara panjang lebar. Ia hanya bilang, “Kan, sudah dikasimi eksekutif. Kita tinggal tunggu laporannya nanti diapakan itu anggaran. Saya tidak tau perkembangan terakhir dibelanjakan apa saja itu. Nanti kita tanya pihak kesehatan dan gugus tugas.”

Terkait honor petugas medis di rumah sakit yang belum dibayarkan haknya selama beberapa bulan, Suraidah bicara bernada heran. “Ih, saya heran itu, kenapa belum dibayarkan, kan adami anggarannya dikasi. DPRD sudah setujui itu.”

Andi Ian Tak Maju di Pasangkayu

Ruskati mengaku bahwa Partai Gerindra telah bekerja sesuai mekanisme terkait proses penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan melaksanakan Pilkada di Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Majene.

“Kita sudah sampaikan ke DPP (Gerindra) mengenai bakal calon yang mendaftar di Gerindra. Kan, ada semua itu lengkap, syarat-syaratnya termasuk rekam jejak calon. Kita sudah kirim ke DPP,” kata Ruskati.

Kapan rekomendasi dukungan kepada siapa Gerindra tetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati di empat kabupaten tersebut, “Ya, tergantung pak ketua. Pak Prabowo ini kan sibuk sekali.”

Ia perjelas bahwa sampai saat ini belum ada figur yang telah mendaftar di Partai Gerindra yang sudah ditetapkan usungan partainya.

Apakah Andi Ian Rusali Masdar akan maju di Pilkada Pasangkayu. “Tidak,” tegas Ruskati.

Terkait Pilgub Sulbar ke depan, Andi Ruskati Ali Baal beri jawaban singkat. Apakah Ali Baal Masdar akan maju lagi di Pilgub mendatang? “Ya, majulah.” Partai Gerindra akan beri dukungan ke ABM? “Masak saya mau kasi orang lain!”

Tak ada Kotak Kosong di Mamuju

Suraidah menepis ketika dikonfirmasi mengenai isu yang beredar bahwa petahana Habsi Wahid-Irwan Pababari bakal melenggang di Pilkada Mamuju 2020 dengan hanya melawan kotak kosong (KoKo).

Bagaimana itu isu kotak kosong? “Ah, tidak ada itu. Memangnya hanya (kamu) yang bisa,” kata Suraidah.

Politisi muda Partai Demokrat ini bilang bahwa saat ini St. Sutinah sedang berjuang di Jakarta untuk memastikan sejumlah partai beri rekomendasi untuk pencalonan dirinya di Pilkada Mamuju.

“Demokrat sudah aman, PKS juga. Termasuk Gerindara, insyaAllah. PAN dan PBB, ya sedang proses. Tunggulah. Dan tidak mungkin kotak kosong, ya,” ujar Suraidah.

Suhardi Duka (SDK), ayah St Suraidah bukan politisi biasa. Dua kali berturut-turut memenangkan Demokrat di Pileg Sulbar – 2014 dan 2019 – tentu bagian dari fakta yang ‘mengilhami’ Suraidah tepis ‘keras’ isu kota kosong di Pilkada Mamuju.

Soal pasangan St Sutinah yang akrab disapa Tina, hingga kini belum final. Ado’ gondrong? “Tergantung dukungan PDI Perjuangan,” singkat Suraidah.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR