Penjual Bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang mangkal di Jalan Ahmad Yani, Mamuju, sedang melayani pembeli pada Senin sore, 14 Agustus 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tanggal 14 Agustus atau minus tiga hari jelang puncak perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72, sejumlah pedagang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul masih terlihat di beberapa titik di pingir-pinggir jalan di kota Mamuju.

Sore tadi, Senin, 14 Agustus 2017, laman ini mengitari sepanjang jalan-jalan utama kota, dan tampak benar para pedagang kain berbentuk lambang Negara itu menjejal barang jualannya beragam model.

Penjual bendera dan umbul-umbul paling banyak dijumpai di Jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Kirang, dan Jalan Pengayoman, Mamuju.

Rudi (25 tahu), adalah salah seorang penjual bendera dan umbul-umbul yang mangkal di Jalan Ahmad Yani. Di sela-sela waktunya melayani pengujung atau pembeli, ia sempatkan menerima transtipo.com.

“Tahun ini pembeli berkurang jika dibanding tahun lalu,” kata Rudi.

Mengapa bisa berkurang? “Sebab penjual bendera dan umbul- umbul sudah mulai banyak. Tahun lalu mungkin hanya 20 orang, sekarang sudah mencapai 50 orang pak,” kata Rudi beri penjelasan.

Satu hari, berapa penghasilan yang didapat? Rudi jawab, “Perhari kami bisa dapat Rp 500 ribu. Bendera dan umbul-umbul dijual dengan harga bervariasi pak, disesuaikan dengan ukurannya.”

Rudi rupanya tak sediri. Dalam kelompoknya terdapat lima orang. “Kami berlima biasa dapat Rp 2 juta lebih,” aku pedagang yang mengaku berasal dari Jawa Barat, Indonesia.

Rupanya, jual bendera dan umbul-umbul pun punya pemilik modal atau bos. Rudi dan rekan misalnya, ia hanya menjual barang jadi. Tapi meski Rudi dan rekan hanya sebatas menjajakan di pinggir jalan, toh tetap dapat jatah lumayan.

Penjual ‘Lambang Negara Indonesia’ ini akan akan setia berdiri di pinggir-pinggir jalan hingga tanggal 16 Agustus—sehari sebelum detik-detik proklamasi dikumandangkan di seluruh pelosok negeri.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR