Pemusnahan baram haram berupa miras dan narkoba beragam jenis oleh Polda Sulawesi Barat di Mamuju, Kamis, 24 Mei 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat musnahkan barang bukti hasil tangkapan Direktorat Reserse Narkoba( Ditresnarkoba)  bersama  jajaran Polda Sulawesi Barat, Kamis, 24 Mei 2018.

Barang bukti yang dimusnakan yaitu narkoba jenis sabu, obat komis, obat daftar G jenis PCC, dan minuman keras (miras).

Pemusnahan barang bukti dilaksanakan disamping lapangan apel Polda Sulawesi Barat, Jalan Kumbang Lolo Mamuju, sekitar Pukul 09.30 WITA.

Pemusnahan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar dan Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar beserta jajarannya.

Hadir menyaksikan pemusnahan barang bukti itu adalah Ketua DPRD Sulawesi Barat Amalia Fitri Aras, Kepala BNN Sulawesi Barar Ferry Abraham, Dandim 1418 Mamuju Letkol Inf. Jamet Nijo, Wakil Ketua DPRD Mamuju Sugianto, Kepala BPOM Mamuju Neti Murmuliawati dan tamu undangan.

Data yang dihimpum kru transtipo.com, jumlah barang yang dimusnahkan yaitu, sabu 1 kg atau 9,98 gram, miras yang terbagi dalan dua jenis yaitu miras pabrikan 539 botol dan miras tradisinoal 320 liter, obat komis 1600 saset, THD 1000 butir dan obat daftar G jenis PCC 970 butir.

Diwawancara seusai pemusnahan itu, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar mengatakan, saat ini kita telah manyaksikan bersama pemusnahan barang haram hasil tangkapan Ditresnarkoba Polda beserta jajarannya. Barang yang diamankan lalu dimusnahkan yaitu narkoba, miras, obat daftar G dan komis.

“Jika barang haram ini diuangkan maka itu bisa mencapai Rp 3 miliar. Sabu yang beratnya 1 kilo itu harganya sudah mencapai semiliar lebih, manalagi barang yang pasti nilainya sekitar di situ,” ungkap Brigjen Pol. Baharuddin Djafar.

Apakah rasia pada ‘penyakit masyarakat’ ini akan berlanjut selama bulan Ramadhan?

Kapolda menjawab, “Kita akan tetap lakukan, malahan di bulan Ramadhan ini kita akan tingkatkan rasia, terutama saat menghadapi lebaran atau Idul Fitri, dan perhelatan pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.”

“Saya akan instruksikan ke semua jajaran di Polda Sulawesi Barat agar rasia ini tetap dijalankan, kalau perlu ditingkatkan demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Sulawesi Barat,” jelas Baharuddin Djafar.

Adakah cara yang ditempuh untuk mencegah masuknya barang haram tersebut di Sulawesi Barat?

Untuk mengantisipasi bahaya narkoba yang datang dari luar, menurut Kapolda, kami akan melakukan kerja sama dengan Kepala BNN Sulawesi Barat karena mereka sudah miliki alat untuk mendeteksi apabila ada barang yang dibawa para penumpang kapal yang berasal dari daerah lain, khususnya dari Kalimantan.

“Kerja sama ini secepatnya akan kami lakukan karena mengingat daerah kita yang dulunya hanya sebagai tempat lintasan, sekarang sudah berubah menjadi tempat  tujuan pendistribusian barang haram,” ujar Kapalda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR