Salah satu kawasan perumahan di Mamuju kota yakni BTN H. Basir, Simboro, Mamuju, yang dilanda banjir terparah, Kamis, 22 Maret 2018. (Foto: Net.)

Kabar dari pegunungan—Mamasa, Mambi, dan Sumarorong—hingga Kamis sore tadi malah tampak cerah.

“Saya pantau dari sejumlah akun facebook dan perbincangan di sejumlah grup-grup WhatsApp, di pegunungan malah baik-baik saja. Hujan memang tapi keadaan normal-normal saja,” kata Frendy Christian, kepala Biro Mamasa portal berita transtipo.com.

TRANSTIPO. com, Mamuju – Sudah jadi pemandangan biasa setiap hujan turun beberapa jam saja, maka Mamuju sejumlah titik pemukiman warga da jalan-jalan di kota digenangi air.

Tapi, pemandangan begitu hanya berlangsung dalam hitungan jam saja lalu air menyusut denga sendirinya. Tapi kali ini, di Kamis, 22 Maret 2018, dari sejak pagi sekitar jam 7 hingga jam 10, air meluap tak terkira.

Nyaris seluruh kota utama—terutama di pemukiman-pemukina tua—di Mamuju dilanda banjir serius.

Mamuju sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat benar-benar berduka di Kamis, 22 Maret ini. salah satu pemukiman yang terbilang parah dilanda banjir adalah perumahan BTN H. Basir, Simboro, Mamuju.

Dari keteragan sejumlah warga di perumahan itu, tinggi air sampai di dada orang dewasa. Makanya, seperti yang tampak jelas pada gambar di atas, sejumlah kendaraan milik warga nyaris tak kelihatan lagi.

“Puncak banjir terjadi dari jam 7 hingga jam 9 pagi. Saya heran, air mengalir agak kencang. Dalam rumah pun kita tak bisa tenang, karena jika tak berpegangan maka bisa terdorong oleh arus air,” kata Sulaeman Rahman, salah seorang warga BTN H. Basir, Mamuju.

Tak ayal lagi, kata Sulaeman, janganka kendaraan, seisi rumah nyaris tak terselamatkan. “Hampir semua basah dan terendam air. Tapi kita bisa apa. Kami pasrah saja,” kata lelaki 45 tahun ini.

Kendaraan roda dua misalnya, yang kelihatan tinggal kedua setirnya. Median roda empat lebih parah lagi, hanya menyisakan atap bagian atasnya yang tak ditutupi luapan air.

Kru transtipo.comArisman Saputra—memantau langsung selama banjir melanda Mamuju yang diperkirakan terjadi selama hampir empat jam lebih itu. Ia lalu menuliskannya unda Anda.

Tak sedikit rumah yang digenangi air. Jalan-jalan utama di kota Mamuju bak sungai. Air megalir dengan debitnya yang tinggi—di atas lutut orang dewasa. Jalan Jenderal Sudirman, Mamuju, adalah salah satunya.

Di jalan poros kota ini, yang bisa disebut sebagai arah pertama pintu masuk kota Mamuju, dialiri air sangat deras dan tinggi.

Tak sampai setengah kilometer dari pintu gerbang kota Mamuju di perbukitan Patti’di, Simboro dan Kepulauan, air mengalir masuk ke kota bak sungai deras.

Air itu lalu mengalir mengikuti jalan poros.

Di salah satu jalan utama di kota ini, hampir semua rumah yang ada di sisi kanan-kirinya terdampak serius. Air menyasar masuk rumah-rumah warga. Pada sore hingga malam, Kamis, 23 Maret, warga tengah membersihkan barang-barang milik mereka yang sudah basah.

Hampir semua toko swalayan tutup hingga di awal malam. Barang-barang jualan mereka juga terkena banjir. Belum ada taksiran secara resmi berapa kerugian akibat banjir ini.

Salah satu faktor yang memperparah banjir di Mamuju kali ini lantaran ‘kiriman’ air dari pegunungan sekitar Patti’di tak terkira.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR