Kepala SMK Negeri Kakao Sulawesi Barat Sjahrir Tamsi (kanan). (Foto: Ist.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Barat Enny Anggraeni Anwar hadir dalam penamatan pertama SMK Negeri Kakao Sulawesi Barat tahun 2018 di Tasiu, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Kamis, 3 Mei 2018.

Di sekolah itu, Wagub Enny sampaikan jika dirinya bangga sebab tahun ini sekolah binaan Pemprov Sulawesi Barat ini untuk kali pertama berhasil menamatkan siswa-siswinya.

SMK Kakao Sulawesi Barat memiliki salah satu jurusan andalan yakni jurusan pengelolaan kakao menjadi cokelat.

“Saya bangga dengan SMK Kakao Sulawesi Barat bisa meluluskan siswa-siswinya seratus persen dengan nilai yang tidak kalah dengan sekolah lainnya yang ada di Sulawesi Barat,” papar Enny.

Terkait peluang kerja para alumnus sekolah kakao ini di perusahaan-perusahaan besar, Wagub Enny mengatakan bahwa pengusaha-pengusaha kita telah kerja sama dengan perusaahan besar yang mau membuka usaha berkaitan dengan pengelolaan produk kakao.

Nantinya, sebut Enny, tenaga kerja yang dipakai yaitu anak-anak yang sudah terdidik dan terlatih di SMK Kakao Sulawesi Barat.

“Kami bangga bila ada perusahan yang ingin merekrut anak-anak kita. Ini menandakan bahwa pimpinan sekolah ini mampu memberikan pelajaran kepada anak-anak kita,” kata Enny.

Di tempat yang sama, Kepala SMK Kakao Sulawesi Barat Sjahrir Tamsi mengatakan, jumlah siswa yang dinyatakan lulus seratus persen untuk angkatan pertama sebanyak 98 orang.

Di sekolah ini, sebut Sjahrir, terdapat 2 program keahlian yaitu progran agrobisnis pengolahan hasil pertanian atau pengolahan cokelat dan program perkebunan atau budidaya tanaman kakao.

Penamatan siswa-siswi SMK Negeri Kakao Sulawesi Barat yang pertama, Tasiu, Kalukku, Mamuju pada Kamis, 3 Mei 2018. (Foto: Arisman)

Ia juga mengungkapkan jika pihak sekolah sudah melakuakan penandatanganan atau MoU dengan perusaahan yang ingin merekrut anak-anak kita alumni SMK Kakao, di mana anak-anak kita akan dijadikan sebagai mandor khusus untuk laki laki.

“Untuk alumni laki-laki sebanyak 54 orang dan yang mengikuti seleksi sebanyak 32 orang. Setelah dinyatalan lulus dari perusahaan PT Santan Borneo Abadi di Kalimantan, mereka akan ditempatkan di tiga provinsi yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,” sebutnya.

Ia tambahkan, setelah mereka dinyatakan lulus selanjutnya akan ditraining selama 6 bulan sebelum ditempatkan di tiga provinsi dimaksud.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR