Panitia Pilkada Fest Bantah Tudingan Netralitas Serong

114
Ahmad Zauki ketua panitia Pilkada Fest (Foto : Idid)

TRANSTIPO.COM, Mamuju – Penyelenggaran Pilkada Fest oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dari sejumlah wilayah mendapat isu tak segar.

Penyelenggaran Kegiatan untuk kampanye damai itu, akan dikemas dalam bentuk entertent. Belum berjalan kini muncul sejumlah mimik yang menyerang penyelenggara terkaiat issue tak netral alias memihak salah satu pasangan calon di Pilkada Mamuju.

Ketua panitia Pilkada Fest, Amhad Zauki menyebut jika kegiatannya itu bertujuan untuk menciptakan generasi millenial melek politik, sehingga tak terikat pada pasangan calon tertentu.

“Kita berangkat dari keinginan menciptakan Pilkada Mamuju yang damai, untuk pendaan kita join dengan banyak pihak, termasuk Kesbangpol Provinsi (Sulbar), BNNP Sulbar, Bawaslu, Lembaga Pers, NGO (LSM), serta seluruh kandidat tanpa melihat kubu,” Lugas Zauki kepada Wartawan di Warkop Resensi, Jalan Sam Ratulangi, Mamuju. Senin sore (28/09).

Ahmad Zauki menegaskan jika sejak digagasnya Pilkada Fest sejumlah pelaku politik termasuk dua kubu dan Pimpinan partai politik telah dikirimi surat undangan sebagai peserta.

“Awalnya seluruh partai politik kita ajak, tetapi karna mungkin sibuk ke akar rumput jadi belum direspon, tujuan kami paling utama adalah terlaksanya politik santun karna kami adalah Civil Society (Masyarakat Madani) bahkan kami ingin ada rekonsiliasi pasca Pilkada, sehingga elit politik bersama menuju arah pembangunan yang lebih baik,”

Lebih jauh, Sekretartis Panitia pelaksana, Haddad mengungkap jika persiapannya menuju hari H telahencapai 85 persen, termasuk konfirmasi tiga pemati utama dari Pergudam termasuk berusaha mendatangkan Wakil Ketua DPR RI, Fadel Muhammad.

“Kita laksanakan sesuai jadwal pada 8,9,10 oktober, dua dari tiga pembicara utama sudah terkonfirmasi, sisa Wakil ketua DPR RI Fadel Muhammad masih dalam konfirmasi,” Urai Haddad.

Sedangkan Owner Pilkada Fest, Haeril Amri menggaris bawahi partisipasi (Millenial), menurutnya generasi muda saat ini sangat tumbuh pesat dan diperlukan strategi khusus dari pemerintah daerah untuk melek akan bonus demografi.

“Ini adalah pilot projek Cerita Demokrasi, sehingga kita akan melakukan riset seberapa besar partisipasi generasi mudah dalam pilkada Mamuju, kemudian kita ingin pemerintah itu juga melek terhadap bonus demografi,” Pungkas Mahasiswa Fakultas Hukum, Univesitas Gadja Mada (UGM) Jogjakarta Itu.

Selanjutnya, Pilkada Fest akan menggelar berbagai item kegiatan, Bersbasis Sekolah Demokrasi, Galery Pilkada Mamuju, serta Kampanye Damai.

Dimana akan dikemas secara Entertent dalam berbagai segmen, termasuk Live Music, Stand Up Comedy, Musikalisasi Puisi, E-Sport (Rally Fury).

“Tentu kita juga akan melibatkan pihak-pihak Independent seperti NGO, Jurnalis dan sejumlah pegiat atau komunitas yang produktif,” tutup Haeril

SUGIARTO

TINGGALKAN KOMENTAR