Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu daerah, Bupati Mamuju Habsi Wahid (kedua kanan) menyerahkan cinderamata kepada Minister Konselor Kedutaan Australia, DR. Bradley Armstrong (kedua kiri) di ruang kerja Bupati Mamuju, Senin, 27 Maret 2017. Turut disaksikan Sekkab Mamuju HM Daud Yahya (kiri) dan seorang pejabat Pemkab Mamuju (kanan). (Foto: Dian Hardianti Lestari)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Minister Konselor (Kepala Bagian Politik dan Diplomasi Publik) Kedutaan Australia di Jakarta, DR. Bradley Armstrong PSM mengaku terkesan dengan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kabupaten Mamuju.

Hal tersebut ia sampaikan di ruang kerja Bupati Mamuju dalam kunjungannya ke Kabupaten Mamuju, Senin, 27 Maret 2017. Kepada perwakilan Kedutaan Australia ini, Bupati Mamuju Habsi Wahid memaparkan kondisi sosial di Mamuju beserta beberapa kebijakan Pemkab Mamuju, termasuk program GKB.

Bradley Armstrong mengatakan, program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) memberi pengaruh besar terhadap masa depan anak. Bukan tanpa alasan, Bradley yang kini bergelar Doktor mengaku mengalaminya sendiri, dimana ia pernah putus sekolah pada jenjang pendidikan SMP. Kemudian, kata Bradley, beberapa tahun berikutnya mengikuti program kembali bersekolah untuk lanjut jenjang pendidikan SLTA.

“Gerakan Kembali Bersekolah ini memang sangat penting. Saya pernah mengalaminya sendiri. Sewaktu lulus SMP saya putus sekolah dan saya bekerja sebagai kuli membantu tukang kayu, satu tahun di sana saya pengangguran. Setelah itu saya masuk di perbankan, tetapi saya banyak hambatan karena belum selesai sekolah. Jadi saya ikut gerakan kembali bersekolah dengan mengikuti sekolah malam SMA di sana, dan hasilnya saya bisa masuk di universitas, dan sekarang saya bergelar doktor. Jadi saya pikir program gerakan kembali bersekolah ini sangat penting,” urai Bradley Armstrong di Mamuju.

Di Mamuju, Minister Konselor Kedutaan Australia ini juga mengunjungi dua sekolah, yaitu SMP 1 Simboro, Kecamatan Simboro dan SMP 6 Kalukku’, Kecamatan Kalukku’. Kedutaan Australia membantu pembangunan kedua sekolah tersebut.

“Kita ada program pembangunan dalam kemitraan dengan Indonesia. Indonesia ada keperluan dan kita juga sebagai negara maju bisa bantu. Di seluruh Indonesia kita sudah membangun sebanyak 1.400 sekolah, di Mamuju sendiri ada 10 sekolah yang kita bantu, saya mengunjungi dua di antaranya, yaitu di Simboro dan Kalukku. Di sana saya berbicara dengan kepala desa dan juga dengan guru-guru. Mereka bilang pada saya bahwa pembangunan sekolah itu bisa menurunkan resiko anak tidak pergi ke sekolah,” jelas Bradley lagi.

Atas kunjungan pihak Kedutaan Australia ini, Bupati Mamuju Habsi Wahid menilai ini sebuah langkah awal dalam menjalin hubungan kerjasama. Di sini Habsi menjelaskan pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Mamuju, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan ekonomi kreatif.

Menurut Habsi, kunjungan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi terkini di Kabupaten Mamuju.

“Ini baru langkah awal untuk mengetahui sesungguhnya apa yang kita lakukan di Kabupaten Mamuju yang nantinya akan ditindaklanjuti. Akan datang juga Konsulat Jenderal Australia ke Mamuju, dan akan kita bicarakan kira-kira apa yang dapat dikerjasamakan ke depan,” kata Habsi Wahid.

Habsi berharap, ke depan akan terjalin kerjasama dengan Pemerintah Australia di bidang pendidikan, seperti pembangunan sekolah, juga di bidang kesehatan, pertanian, dan aspek lainnya yang berpotensi di Kabupaten Mamuju.

DIAN HARDIANTI LESTARI/HUMAS MAMUJU

TINGGALKAN KOMENTAR