Peresmian Kantor Geleri Ivestasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Universitas Tomakaka Mamuju (Unika) Mamuju oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan (kedua kiri) didampingi Ketua Yayasan Tomakaka Ahmad Taufan (kiri) dan Rektor Unika Mamuju Sahril (kanan) dan Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas Jeffrey Hendrik (kedua kiri), Mamuju, Sabtu, 12 Mei 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju kerja sama dengan PT Phitraco Sekutitas dan PT Bursa Efek Indonesia menggelar seminar pasar modal sekaligus peresmian Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia, Sabtu, 12 Mei 2018.

Temanya, Investasi Cerdas di Pasar Modal. Hadir Rektor Unika Mamuju Sahril, Ketua Yayasan Kampus Unika Mamuju Ahmad Taufan, Direktur Utama PT Phitraco Sekutitas Jeffrey Hendrik, Direktur PT Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan dan peserta seminar adalah mahasiswa Unika Mamuju dan beberpa tamu undangan, sekitar 100 orang.

Diwawacara usai peresmian kantor Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia, Direktur PT. Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan menuturka, hari ini Bursa Efek Indonesia kerja sama dengan Phitraco Sekuritas dan Universitas Tomakaka menggelar seminar sekaligus meresmikan kantor Galeri Investasi yang ada di kampus Unika Mamuju.

“PT Bursa Efek Indonesia pertama kali hadir di Sulawesi Barat dan Universitas  Tomakaka Mamuju menjadi yang pertama membuka kantor Geleri Investasi, di mana arahnya dari bursa efek ini yaitu masyarakat umum dan kampus,” ucap Nicky Hogan.

Nicky Hogan menuturkan, dengan adanya galeri investasi ini masyarakat bisa langsung membuka rekening untuk menjadi anggota, bisa juga langsung menjadi insvertor, sekaligus membeli saham dan menjadi pemilik perusahaan.

“Masyarakat bisa mendaftar setiap saat selama itu hari kerja, karena sesuai dengan transaksi itu kan mulai hari Senin sampai Jumat dengan modal yang dipakai sekitar Rp 100 ribu, untuk dapat berinvertasi tergantung keinginan,” terangnya.

Di tempat yang sama, KetuaYayasan Kampus Unika H. Ahmad Taufan mengatakan, kehadiran Bursa Efek Indonesia ini masyarakat dapat lebih mengenal perputaran ekonomi dengan berinvestasi saham, sebab ke depan diakui maupun tidak diakui  perekonomian nantinya akan meningkat bila kita berinvestasi di Bursa Efek Indonesia.

“Kehadiran Galeri ini, diharapkan mampu menambah wawasan, pengetahuan, bahwa perusaha itu tidak selamanya berada pada fisik, perusahaaan itu bisa melalui ITE yaitu lewat investasi,” ujar Ahmad Taufan.

Rektor Unika Mamuju Sahril juga menuturkan, dengan kehadiran Bursa Efek Indonesia ini dapat memberikan ruang terhadap mahasiswa atau pengajar di Universiatas Tomakaka (Unika) Mamuju untuk dapat berinvestasi di Galeri Investasi yang kita resmikan saat ini.

“Dengan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan edukasi terhadap kami, baik akademisi maupun kepada adek-adek mahasiswa agar mendapatkan ilmunya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sahril.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR