Siaran pers terbaru oleh BPS Sulbar, Mamuju, 1 Fabruari 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar pers rilis terkait perkembangan indeks harga konsumen/inflasi  bulan Januari 2019 di Mamuju, Jumat, 1 Februari 2019.

Kegiatan ini digelar di aula lantai II Kantor BPS Sulbar, Jl RE Martadina No 10 Simboro, Mamuju. Dipandu oleh Kepala BPS Sulbar Win Rizal. Hadir pula lembaga pemerintah, perbankan, dan wartawan.

Dalam pemaparannya Win Rizal menjelaskan, berdasarkan hasil survei 82 kota di Indonesia pada Januari 2019 menunjukkan 79 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi.

“Dari 9 kota yang mengalami deflasi, Mamuju berada di urutan ke 6 dengan deflasi 0,05 persen,” ungkap Win Rizal.

Win Rizal mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan terendah di Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi berada di Tual sebesar 0,87 persen dan terendah di Merauke 0,01 persen.

Win Rizal juga memaparkan bahwa terjadinya deflasi di Mamuju Januari 2019 disebabkan karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan empat kelompok pengeluaran.

Pertama, kelompok bahan makanan 0,13 persen. Kedua, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,01 persen. Ketiga, kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga 0,08 persen. Keempat, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen, sedangkan kelompok sandang 0,12 persen.

“Jika tingkat perubahan indeks tahun kalender Januari 2019 di kota Mamuju deflasi sebesar 0,05 persen, maka tingkat perubahan dari tahun ke tahun Januari 2019 ke Januari 2018 maka inflasi sebesar 1,24 persen,” tutup Win Rizal.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR