Salah satu bangunan rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Mamasa, beberapa hari lalu. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Memasuki minggu ketiga gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mengakibatkan sejumlah sarana pemerintahan seperti kantor dan sekolah, rumah-rumah masyarakat dan Gereja mengalami kerusakan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa Daud saat dihubungi melalui telepon seluler pada Rabu pagi, 21 November 2018.

“Dari data yang ada, jumlah kerusakan akibat gempa bumi yakni sebanyak 231 unit bangunan rusak ringan, 88 bangunan rusak sedang, dan 44 unit bangunan rusak parah,” kata Daud kepada laman ini.

Daud menambahkan, sejumlah kerusakan yang ada itu adalah sarana pemerintah (kantor), rumah warga, Gereja dan sekolah.

“Kerusakan yang paling banyak adalah bangunan rumah milik masyarakat,” sebutnya.

Salah satu dinding Kantor KPU Mamasa yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Mamasa, beberapa hari lalu. (Foto: Net.)

Terkait kerusakan ini, tambah Daud, kami sudah laporkan ke Pemerintah Provinsi Sulbar, bahkan kami juga laporkan ke pemerintah pusat. Tapi, katanya, sampai saat ini belum ada respon atas laporan yang kami sampaikan tersebut.

“Hingga saat ini anggota kami masih sementara ada di lapangan untuk mendata apakah masih ada bangunan yang rusak yang belum masuk di data kami sebelumnya,” terang Daud.

Terkait pengungsi, Daud mengatakan bahwa pengunsi masih ada yang memilih tinggal di tenda pengungsian, ada juga yang sudah pulang ke rumahnya.

“Saya melihat masyarakat Mamasa sudah terbiasa dengan gempa sehingga mereka mungkin memilih pulang ke rumah,” ujarnya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR