Salah satu sudut Perumahan GN 2-II, Simboro, Mamuju. (Foto: Sarman SHD)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Perumahan Graha Nusa tak bisa dilepaskan dari sejarahnya: bahwa ia dulu adalah hamparan tanah tak berundak, rawa rawa dengan tebaran pohon nipa meninggi nan rindang.

Tapi itu dulu, sebelum datang ‘polesan’ tangan seorang ‘lelaki tua’ enerjik yang bermodal tebal. Namanya Marthen Sempo. Lelaki pensiunan TNI AD di Kodam VII Wirabuana ini datang ke Mamuju tahun 2000-an akhir.

Sejak itulah kawasan tanah rawa rawa itu ‘disulap’ jadi sebentuk tanah lapang yang luas. Di atas tanah berhektar-hektar inilah Perumahan Graha Nusa berdiri.

Tiga paragraf di atas hanyalah pembuka dari sekelumit cerita pendek berikut ini.

Jumat, 19 Januari 2018. Saya sudah biasa sholat Jumat di Masjid dalam Graha Nusa (GN) 1—sejak Januari 2016 hingga kini. Seusai sholat di Jumatan siang tadi, Ketua RT GN 1 langsung menyambung salam ke kanan dan kiri—penutup runutan rukunnya Jumat dua rakaat—dengan berdiri di mimbar.

Agus Rio Rubella nama Ketua RT Perumahan GN I itu. Lelaki paruh baya ini—yang nyaris saban Jumatan sampaikan pengumuman baik dari pemerintah atasnya maupun untuk kepentingan sesama warga perumahan—mengenalkan Lurah Simboro yang baru. Sekalian pula menyilahkan beliau tampil di mimbar yang sama.

“Nama saya Ilham. Saya orang asli Mamuju. Saya tinggal di Rangas. Bupati Mamuju mengamanahkan jabatan Lurah Simboro, baru 10 hari yang lalu saya menjabat sebagai Lurah di sini,” kata Ilham, Lurah Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, di Masjid GN 1 siang tadi.

Poin penting yang disampaikan Ilham kepada segenap Jamaah Jumat adalah tentang peningkatan status di Perumahan Graha Nusa. Memang, saat ini dalam Graha Nusa terdapat 4 Rukun Tetangga (RT)—tak lama lagi akan bertambah satu RT lagi seiring rampungnya pembangunan satu kompleks graha baru persis di depan Kantor KPU Mamuju.

Lurah Simboro Ilham sebut bahwa saat ini tengah dipersiapkan Perumahan Graha Nusa menjadi satu lingkungan: Lingkungan Graha Madani Simboro yang melingkupi semua perumahan Graha Nusa dan perumahan-perumahan sekitarnya serta hunian-hunian penduduk yang berdekatan dengan perumahan GN.

Sebelumnya, Ketua RT GN 1 sudah melansir peningkatan ini. Legitimasinya atas peningkatan itu wajar sebab penghuni perumahan ini sudah kian bertambah banyak.

“GN 1 dihuni 185 kk, GN 2 dihuni 145 kk, GN 3 dihuni 150 kk, dan GN 2 Tahap 2 dihuni 135 kk. Belum termasuk GN subsidi dengan 62 rumah yang kini sudah dihuni sekitar 10 rumah,” sebut Ketua RT GN 1.

Peningkatan status dari RT menjadi Lingkungan tentu bermakna positif, khususnya dalam hal pelayanan kepada warga dan jaminan ketentraman dalam gugusan perumahan itu sendiri.

Setibanya di rumah, saya kemudian melayangkan pertanyaan pendek—melalui layanan WhatsApp tentunya—kepada dua “tokoh pemerintahan” yang bermukim dalam Perumahan GN 2-II.

Pertanyaan pertama saya layangkan kepada bapak Dr. Junda Maulana. Meski ia masih hadapi bejibun urusan di kantornya, tapi jawaban dari pertanyaan itu dilayangkan pula.

“Singkat saja. Bahwa satu hal yang wajar dengan jumlah penduduk yang sekitar 1000-an dengan jumlah kk kurang lebih 600-an. Semoga dengan status tersebut maka pengelolaan Lingkungan Graha Nusa akan lebih baik lagi. Yang terpenting dari semua itu adalah warga GN selalu bekerjasama dengan pengurus RT yang ada dan pemerintah setempat,” jelas Dr. Junda Maulana, kini Kepala Bappeda Provinsi Sulbar.

Salah seorang alumni STPDN, yang pernah jadi camat di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) juga apresiasi baik layanan pertanyaan melalui layanan aplikasi percakapan berantai itu. Lelaki pamong di Pemprov Sulbar ini namanya Muhammad Saleh Rachim. Ini jawabannya.

“Bahwa syarat utama dibentuknya suatu Lingkungan adalah seluruh komponen masyarakatnya menginginkannya terbentuk seperti itu, dan ada figur yang dipercayakan memegang amanah sebagai Kepala Lingkungan. Posisi ini sebagai perpanjangan tangan Lurah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang jumlahnya sangat besar dan kompleks dengan berbagai kebutuhannya,” begitu penjelasan Muh. Saleh Rachim.

Posisi Muh. Saleh Rachim di Pemprov Sulbar kini adalah Eselon III—kepala bidang tentunya. Ia tambahkan, “Karena Lingkungan itu dibentuk di bawah sebuah Kelurahan yang membawahi beberapa RT, yang tugas pokoknya membantu kelancaran tugas Lurah sebagai garda terdepan Pemerintah dalam melaksanakan tugas untuk memberikan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah tersebut dengan sebaik-baiknya. Sehingga terbina interaksi positif (mutualisme) antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.”

Selamat bertugas Lurah Simboro yang baru. Semoga Lingkungan Graha Nusa segera terwujud.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR