Kepala Dinas PU Kabupaten Mateng Akhyar Arifin. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pembangunan Tugu Bundaran Benteng Kayumangiwang yang berada di kota Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menjadi pertanyaan publik.

Tugu bundaran ini sebagai bagian dari simbolisasi daerah Lalla’ Tassisara’ itu dibangun sejak 2018. Yang jadi pertanyaan publik yang diperoleh laman ini adalah, sejak dibangun proyek Tugu Benteng Kayumasngiwang tersebut tidak ada pemasangan papan informasi terkait besaran anggaran proyek tersebut.

Dari salah seorang warga yang bernama Isak berbicara kepada laman ini. “Rumah saya ada di belakang. Saya bersama istri berjualan di jalan poros ini (kota Topoyo, red). Sejak pembangunan tugu ini, mulai dari awal hingga sekarang, belum ada saya lihat dipasang yang namanya papan informasi anggaran proyek,” kata Isak.

Seharusnya, tambah lelaki paruh baya ini, papan informasi dipasang agar masyarakat tahu, anggarannya berapa? Anggarannya dari mana? Sumbernya dari APBN atau APBD? Berapa volumenya? Berapa tahun pekerjaannya?

“Tidak ada itu. Seharusnya ada agar kita tahu. Jangankan pembangunan sebesar ini,  pembangunan yang ada di desa saja pasti ada papan informasi tentang anggarannya. Apalagi ini pasti anggarannya besar,” ujar Isak.

Saat dikonfirmasi terkait papan proyek pembagunan tugu di bundaran Benteng Kayumangiwang Tobadak, Mateng, Kepala Dinas PU Mateng Akhyar Arifin  mengatakan, perencanaan pembangunan tugu yang ada di Kabupaten Mateng itu dimulai tahun 2016. Di tahun itu pula dilakukan dan dilanjutkan penyusunan dokumen perencanaan.

Setelah itu, tambah Akhyar, sesuai dengan arahan dan petunjuk dari bupati (Bupati Mateng, red) pada tahun 2016, bahwa di lahan ini, tepatnya di Benteng Kayumangiwang merupakan salah satu tempat bersejarah, sehingga untuk mematenkan tempat bersejarah ini, beliau menginginkan untuk membangun sebuah tugu yang akan menjadi ikon di Kabupaten Mateng nantinya.

“Kemudian masuk tahun 2018 dimulai pengerjaan fisik bangunan hingga sekarang, 2019. Selain dijadikn tugu untuk ikon kota, juga akan menjadi bundaran di dalam kota. Di dalamnya akan ada air mancur serta lighting-nya. Khusus pembangunan tunggu ini sendiri, diluar dari pembuatan air mancur dan taman serta lighting-nya, memakan anggaran kurang lebih Rp5 miliar. Pembangunan tunu ini insya Allah selesai dan rampung tahun ini,” jelas Akhyar Arifin pada Selasa, 26 Februari 2019.

Adapun yang menyangkut papan informasi, sebut Akhyar, pembangunan serta RAB dan lain-lain yang dipertanyakan beberapa masyarakat itu, sebetulnya kita pasang kemarin karena kita juga ingin aspirasi dari masyarakat.

“Papan informasi serta RAB penggunaannya dan lain-lain ada. Ada di belakang,” singkat Akhyar.

Terpantau, di sekitar pembangunan tugu tersebut tidak tampak adanya papan informasi proyek.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR