Transmigran Mateng, Hidup di Rantau di Atas Tanah Sedepa

644

TRANSTIPO.com, Tobadak – Seorang warga transmigran asal Provinsi Jawa Barat (Jabar) membagikan kisahnya pada laman ini di Mamuju Tengah (Mateng). Senin, 9 Mei 2022.

Lelaki ini akrab disapa Maslut. Ia bersama keluarganya bermukim di UPT Salundeang, Kecamatan Tobadak, Mateng, Sulawesi Barat.

Maslut bilang sudah lima bulan jadi peserta  program transmigrasi dan ditempatkan di Salundeang.

Ia mengaku tak punya lahan untuk digarap jadi sumber penghasilannya sebagai petani pekebun.

Harapan sumir ia hanya dengar dua bulan lalu. Ia dan rekan-rekan senasibnya akan mendapatkan lahan untuk digarap. Nyatanya, hingga kini belum juga mewujud.

“Yang jelas kita baru terima perumahan transmigrasi dan lahan pekarangan rumah, itu yang kita tanami diatas,” ujar Maslut pada laman ini saat berjumpa beberapa pekan lalu di sala satu Warung di Topoyo (Mateng).

Ia bilang lahan garapan yang dua hektar itu belum ada, kami belum tahu di mana lokasinya

“Bukan hanya saya sendiri, tapi masih banyak teman-teman transmigran yang juga belum menerima lahan garapan itu, kalo hanya pekarangan tidak bisa diandalkan,” pungkasnya.

Sebelumnya beberapa bulan lalu, kabar mengenai warga transmigran ini uga sudah beredar, bahwa sejumlah Warga transmigran asal Jawa itu belum menerima lahan garapannya.

Terpisah, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin, 9 Mei 2022 Kepala Dinas Transmigrasi Muhammadiyah menuturkan, info dari salah satu warga transmigrasi UPT Salundeang keliru dan tak benar.

“Memang beberapa warga transmigrasi ada yang belum menerima sertifikat tanah, sebab menurutnya, ada tahapan dan proses,” ujar Muhammadiyah.

“Tidak benar info itu dinda, memang kalau masalah sertifikat tanah, masih ada beberapa warga di sana yang belum diberikan, karena memang berproses toh,” jelasnya.

“Masalah lahan (garapan) mereka sudah kita bagikan semua dinda,” ujarnya.

Muhammadiyaj menjelaskan, terkait jaminan hidup makan sehari-hari mereka ini, itu langsung dari provinsi, jaminan itu tiap bulan kita salurkan, pihak kami memang sebagai pembina transmigrasi.

“Seperti bantuan beras, ini tergantung jumlah keluarga (KK), kalau suami Istri 30 kg, kalau ada anaknya dua atau tiga orang berarti 60 kg, per orang untuk anak 10 kg,’ paparnya.

Ia tambahkan, ada juga berupa gula, kopi, mie, minyak dan beberapa lainnya. Semua jaminan ini tiap bulan kita salurkan.

RULY SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini