Seorang ayah DA (45) warga Dusun Lombo Nou, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Seorang ayah berinisial DA (45), adalah warga Dusun Lombo Nou, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Korban pertamakali ditemukan oleh anak kandungnya yang bernama Muhammad Arsal (14 tahun) dengan posisi menggantung di dalam kamar milik korban pada Senin,10 Februari 2020, sekitar pukul 16.30 WITA, kemarin.

Saat ditemukan, posisi korban tengah menggantung dengan ketinggian 2,5 meter menggunakan tali pramuka yang diikat di bagian lehernya.

“Saya buka talinya lalu saya kasi baring di lantai, setelah itu saya teriak minta tolong,” kata anak korban, Muhammad Arsal.

Korban sempat dievakuasi ke Puskemas Topoyo dengan menggunakan mobil warga sekitar, namun nyawa korban tak dapat diselamatkan lagi.

Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka di bagian dahi sebelah kiri panjang 1,5 sentimeter, luka akibat jeratan pada leher selebar 0,7 centimeter, dan panjang 6,3 centimeter, memar pada betis kanan dan lutut.

Korban merupakan guru honorer di salah satu SD di Dusun Benteng Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mateng. Berdasarkan identitas, korban kelahiran Mambi, Kabupaten Mamasa.

Menurut istri korban, Hijria Kasmat (35 tahun), korban (suaminya) sebelumnya menderita penyakit malaria tropika, hari-harinya terlihat seperti kebingungan dan terus melamun.

“Biasa tidak sadarkan diri, sudah berbulan-bulan seperti itu, sudah berobat tapi tidak sembuh-sembuh,” kata Hijria, Selasa, 11 Februari 2020, siang tadi.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Topoyo Ipda Herman. Menurutnya, pada Senin kemarin telah mendapat laporan dari warga adanya insiden gantung diri di Kecamatan Topoyo.

Saat menerima laporan, Kepala Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mateng bersama jajaran Polsek Topoyo langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Benar di Desa Topoyo terjadi gantung diri yang dilakukan oleh salah seorang warga yang berprofesi sebagai guru SD,” kata Kapolsek Topoyo Ipda Herman, siang tadi.

Dalam peristiwa tersebut, dugaan sementara murni karena bunuh diri tanpa ada unsur lain. Meski begitu pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terkait motif hingga korban melakukan hal demikian.

Saat ini mayat sudah berada di rumah duka untuk persiapan dikebumikan.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR