SD Inpres Ngapaboa, Mateng deklarasikan sekolah ramah anak (SRA) internasional pada Jumat, 7 Oktober 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Sekolah Dasar (SD) Inpres Ngapaboa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mendeklarasikan sekolah ramah anak (SRA) internasional, yang deklarasi tersebut digelar pada Jumat, 7 Oktober 2019.

Deklarasi SRA tersebut dipimpin oleh kepala SD Inpres Ngapaboah Hasmawati Rahim yang diikuti oleh 31 guru, murid, dan orangtua murid.

Deklarasi ramah anak itu, menurut Hasmawati, untuk meningkatkan dasar keimanan dan ketaqwaan menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif serita nyaman untuk perkembangan peserta didik.

Ia tambahkan, demi menghargai hak-hak anak, menjadi motivator fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik, menciptakan sekolah bebas dari fandalisme, kekerasan fisik dan non fisik serta bebas dari asap rokok dan narkoba.

“Melalui deklarasi sekolah ini, anak-anak dapat terhindar dari kekerasan dalam sekolah. Membuat anak nyaman dari sekolah, terhindar dari bully, kekerasan, bebas dari asap rokok, bebas dari pornografi dan pornoaksi,” ungkap Endang, ketua tim ramah anak yang juga guru kelas 4 SD Inpres Ngapaboa.

Intinya, kata Endang, deklarasi sekolah ramah anak ini untuk membuat anak nyaman di sekolah.

Kegiatan ini ini kerjasama dengan Kementerian Perlindungan Anak yang mengadakan kegiatan sehari belajar di luar kelas, dan kebetulan kegiatan sehari belajar di luar kelas ini bertepatan dengan hari deklarasi ramah anak internasional, yakni 7 November sehingga sekalian kita kaitkan dengan sekolah sehari belajar di luar sekolah.

“Kebetulan kegiatan ini baru pertama kali kami lakukan,” tutup Endang.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR