Acara penyerahkan bantuan hibah berupa 10 unit motor Pakbonceng Ikan dan Kartu Asuransi Nelayan kepada masyarakat pelaku usaha perikanan di Baturede, Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Mateng pada Kamis, 31 Januari 2019. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

TRANSTIPO,com, Topoyo – Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) H. Arsal Aras Tammauni menyerahkan bantuan hibah berupa 10 unit motor Pakbonceng Ikan dan Kartu Asuransi Nelayan kepada masyarakat pelaku usaha perikanan di Baturede, Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Mateng pada Kamis, 31 Januari 2019.

Dalam sambutannya, Arsal Aras mengatakan, Bupati Mateng besar keinginan untuk memperbaiki infrastruktur, terutama jalan dan jembatan kita, karena sama-sama kita mendapatkan manfaatnya.

Ia sebutkan, seperti perbaikan jalan dari Topoyo ke Patulana meskipun 1 kilometer terhenti, tapi ini bisa kita lihat bukti bahwa perbaikan itu ada walaupun lambat, disesuaikan kemampuan anggaran kita.

Pembangunan yang dilakukan Pemkab Mateng bukan hanya di sektor infrastruktur saja, tapi untuk sektor pendidikan juga. Maka semua sekolah dari SD, SMP, sampai ke polosok desa. Begitu pula di bidang kesehatan kita bangun.

Acara penyerahkan bantuan hibah berupa 10 unit motor Pakbonceng Ikan dan Kartu Asuransi Nelayan kepada masyarakat pelaku usaha perikanan di Baturede, Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Mateng pada Kamis, 31 Januari 2019. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

“Saat ini anggaran desa yang bersumber dari APBD dan APBN sekitar Rp1 miliar bahkan lebih setiap tahunnyauntuk tiap desa. Dengan begitu ada kewenangan yang harus kita bagi, karena tidak semua infrastruktur di desa harus didanai oleh kabupaten karena ada dana desa,” kata Arsal Aras.

Ia tambahkan, kita bersinergi. Kalau desa tidak ada komunikasi dengan kabupaten atau jalan sendiri-sendiri, uang Rp1 miliar itu tidak cukup. Jadi desa itu harus proaktif untuk berkomunikasi dengan kabupaten di semua sektor.

“Kepada penerima bantuan ini gunakanlah dengan sebaik-baiknya, dijaga jangan disalahgunakan. Bantuan itu tepat sasaran. Dulu dikasi bantuan bibit tidak ditemukan di kebun tapi ditemukan di toko. Dikasi motor, motornya jadi ojek atau motor sekolah. Dikasi katinting larinya ke gunung untuk jadi pabrik kelapa. Betul memang bermanfaat tapi itu tidak tepat sasaran,” jelas legislator Kabupaten Mateng ini.

Kegiatan penyerahan bantuan hibah kepada masyarakat pelaku usaha perikanan ini turut dihadiri Ketua DPRD Sulbar Hj. Amalia Fitri Aras, Bupati Mateng H. Aras Tammauni, Wakil Bupati Mateng H. Muhammad Amin Jasa, Sekda Mateng H. Askary, Asisten I Pemkab Mateng, Kadis Sosial Mateng Hj. Asmira Djamal, dan sejumlah kepala SKPD Mateng, Kapolsek, Kades, Camat, serta para pelaku usaha di Mateng. Advertorial

YASIN/RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR