Kepala Divisi Imigrasi Non TPI II Mamuju dan Polewali Mandar (Polman) Silvester Sililaba. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Rapat pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berlangsung di Sapo Kopi Benteng Kayumangiwang, Kecamatan Tobadak, Mateng pada Selasa, 18 Juni 2019.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Mateng Askary Anwar, Kepala Divisi Imigrasi Non TPI II Mamuju dan Polewali Mandar (Polman) Silvester Sililaba, Kepala Kantor Imigrasi Mamuju Mulyadi, SH, Danramil 1418/04 Budong-Budong Muhtar, para staf Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat (Sulbar), staf Pemkab Mateng, para Kapolsek, Camat serta Kades di Kabupaten Mateng.

Mulyadi mengatakan, kegiatan tersebut sebagai tindaklanjut dari pembentukan Timpora di seluruh wilayah Sulbar.

Menurutnya, pengawasan terhadap WNA atau TKA di Indonesia adalah tanggung jawab semua aparat. Sehingga Timpora mempunyai fungsi terkait pengawasan kegiatan terhadap orang asing di suatu wilayah, baik dari pemetaan hingga penyelesaian masalahnya.

Sinergitas tersebut, kata Mulyadi, dapat tercapai jika masing-masing instansi aktif meningkatkan intensitas komunikasi dan kolaborasi dalam berbagai kegiatan di lapangan. Selain itu, Mulyadi juga memaparkan fungsi-fungsi Timpora.

Askary Anwar dalam sambutannya menyampaikan, semua pihak tentu ingin menciptakan kondusifitas wilayah yang stabil baik dalam bidang politik, keamanan, sosial dan ekonomi.

“Jika di daerah Kabupaten Mateng secara ril belum ditemukan adanya aktifitas orang asing, namun pencegahan harus dilakukan karena potensi-potensi baik dalam bentuk illegal fishing maupun human trackfiking akan muncul dalam perkembangan teknologi seperti saat ini,” urai Sekda Mateng itu.

Rapat pembentukan Timpora di Kabupaten Mateng di Sapo Kopi Benteng Kayumangiwang, Kecamatan Tobadak, Mateng pada Selasa, 18 Juni 2019. (Foto: Ruli)

Selain itu, Sekda Askary juga memaparkan tentang bahaya di era komunikasi saat ini yang semakin berkembang, yang saat ini dari luar merambah masuk ke dalam negeri. Menurutnya, melalui keterbukaan informasi komunikasi juga dapat memungkinkan orang asing masuk ke wilayah Indonesia.

Kepada sejumlah wartawan, Silvester Sililaba mengatakan fungsi utama pembentukan tim ini tidak lain untuk menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI dari ancaman-ancaman orang-orang asing yang masuk wilayah Mateng.

“Kami berharap dengan pembentukan tim ini dapat semakin memperlancar serta mempermudah tukar menukar informasi secara intens dan kolaborasi yang baik dengan pihak terkait di Mateng,” kata Mulyadi.

Ia juga mengatakan, pembentukan Timpora ini sudah terbentuk baik tingkat provinsi, kabupaten, dan kecamatan. Kerja sama yang baik sudah berjalan seperti instansi lain, seperti pihak TNI, BIN, kepolisian, kejaksaan serta pihak terkait lainnya.

“Di Sulbar dari enam kabupaten tinggal dua kabupaten yang belum terbentuk, dan insyaAllah kedua kabupaten ini pada bulan November sudah selesai,” kata Sililaba.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR