Paisal Anwar. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Perumahan  dan Kawasan Permukiman Rakyat  Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) gelar sosialisasi bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang berlangsung di aula rumah jabatan Bupati Mateng, Selasa, 27 Agustus 2019.

Bupati Mateng Aras Tammauni yang buka secara resmi kegiatan tersebut. Hadir Plt Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Pemukiman Rakyat Mateng dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Mateng berpesan kepada warga yang menerima  bantuan rumah layak huni agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat bekerja sama sesuai aturan tehnik yang telah ditentukan oleh Kementerian PUPR agar berjalan dengan baik.

“Program BSPS ini adalah salah satu program Kementerian PUPR untuk mengatasi permasalahan terkait rumah tidak layak huni dan ini sangat membantu bagi masyarakat Mateng,” kata Bupati Mateng.

Menurt Paisal Anwar, ada dua isu strategis urusan perumahan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Perumahan Rakyat Kabupaten Matengyakni, backlog dan RTLH.

“Backlog adalah kesenjangan antara ketersediaan kebutuhan rumah, sementara RTLH adalah rumah tidak layak huni. Dua isu strategis inilah yang patut kita perhatikan,” kata Paisal.

Backlog perumahan hingga tahun 2019, sebut Paisal, berjumlah 2099 unit dan jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 5495 unit, sehingga sebagai upaya menekan jumlah backlog dan RTLH, pemerintah menghadirkan beberapa program yang diantaranya bantuan stimulan perumahan swadaya.

BSPS ini merupakan bantuan pemerintah kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru beserta PSU.

Lanjut Paisal, BSPS ini terdiri atas tiga bentuk, pertama peningkatan kualitas dengan jumlah Rp17,5 juta/unit, kedua pembangunan baru Rp35 juta/unit, ketiga PSU berupa drainase dan jalan.

“Tahun ini, dari APBN melalui SNVT, Pemkab Mateng dapat kuota 950 unit, dan 500 unit telah berjalan yang sudah mencapai sekitar 30 persen untuk pelaksanaan fisiknya,” ujar Paisal.

Ia tambahkan, 450 unit sementara penyiapan dan penyelesaiyan proposal terkhusus RAB, dan hari ini kita sudah masuk tahapan sosialisasi.

Kemudian sumber lain yang kami dapatkan melalui dana alokasi khusus, kuota 74 unit di Desa Tapilina, pembangunan baru 50 unit di Desa Topoyo dan Desa Tobadak.

“Di Sulawesi Barat hanya Kabupaten Mateng yang dapat pembangunan baru dengan jumlah biaya Rp35 juta per unit,” kata Paisal.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR