Destinasi Wisata Batu Rede akan Dibenahi Dinas Pariwisata Mamuju Tengah

445

TRANSTIPO.com, Topoyo – Destinasi Wisata Batu Rede yang dibangun tahun 2019 lalu terpantau belum berfungsi, sehingga kini terkesan terbengkalai dan saat ini menjadi perhatian.

Pasalnya destinasi yang terletak di bibir pantai Budong-Budong, Kecamatan Topoyo Mamuju Tengah (Mateng) itu
dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit namun hingga kini belum juga berfungsi sebagaimana mestinya, justru tampak mengalami kerusakan.

Seperti terpantau pada beberapa deretan bangunan, lantai dan dindingnya, tampak mulai rusak, hancur. Belum lama ini atap salah satu bangunan juga hancur akibat diduga terpaan angin yang kencang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Parawisata Mateng, Imelda YB mengungkapkan, dirinya mengetahui terkait kondisi wisata tersebut, setelah beberapa lalu mengunjunginya.

Kata dia, setelah melihat kondisi itu ia langsung menyampaikan ke pimpinan.

“Sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan, namun kondisi wisata itu kita sudah sampaikan ke pimpinan,” terang Imelda di ruang kerjanya pada Selasa, 9 April 2022.

Masih Imelda, meski sepenuhnya telah diserahkan ke pemerintah desa setempat pengelolaannya, tapi kita akan selalu dampingi, baik perbaikan maupun dalam pengembanganya.

“Memang ada beberapa kerusakan, salah satunya atap bangunan, itu akibat angin kencang di pantai itu,” ujarnya.

“Kalo kita diberi ruang oleh pimpinan untuk melakukan perbaikan akan kita lakukan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Mateng, Hj. Nahda menambahkan, dirinya pun tengah mengetahui kondisi bangunan destinasi tersebut.

Sehingga, kata dia, ia memiliki niat untuk menghidupkan wisata tersebut, seperti wisata Mangrove Salubiro yang ada di Salubiro, yang sekarang menjadi destinasi terunggul di Mateng.

“Kondisi itu kami sudah melihat langsung, memang bangunan ada beberapa yang rusak, seperti atap bangunan tapi itu memang akibat terpaan angin,” ujar Nahda yang baru sekitar tiga bulan jadi kepala dinas.

Menurutnya, salah satu kendala sebenarnya dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah seperti itu harus terpenuhinya listrik dan akses jalan yang baik. Itu yang menjadi salah satu kendala yang kami lihat.

“Meski kami baru tiga bulan menjabat, kita akan berusaha bagaimana agar destinasi itu bisa berfungsi maksimal, seperti destinasi mangrove yang ada di Salubiro, yang sekarang menjadi destinasi wisata terunggul di Mateng,” harapnya.

Ia juga menyampaikan, dirinya akan melakukan komunikasi terhadap pemerintah desa setempat untuk mencarikan solusi atas persoalan di destinasi tersebut.

“Soal listrik, bisa kita usulkan ke pemerintah desa agar sementara bisa menggunakan genset, karena listrik ini memang sangat dibutuhkan didestinasi tersebut, khususnya pelaku usaha,” kunci Nahda.

RULY SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini