TRANSTIPO.COM, Topoyo – Enam orang yang diduga pelaku pembunuhan lelaki Dimas Laera telah ditangkap oleh polisi di wilayah yang berbeda, yakni di Karossa, Topoyo (Mateng), dan Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 20 Oktober 2020.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Bareskrim Polri: Jatanras Polda Sulbar, Bareskrim Polda Sulawesi Selatan, dan Polres Mateng.

Tim penyidik dari kepolisian telah memburu pembunuh Demas yabg dilakukan selama dua bulan lamanya.

Dalam keterangan pers yang digelar di halaman Polres Mateng pada Rabu, 20 Oktober, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Eko Budi Sampurno mengatakan, dalam hasil pemeriksaan motif yang dilakukan dari keenam pelaku yang telah diamankan tersebut tidak berkaitan dengan profesi kewartawanan, tapi murni masalah pribadi.

“Pelaku SY sakit hati dan kesal mendengar kabar, bahwa adek perempuannya yang berinisial K telah diganggu dan sempat diikutin oleh korban (Dimas Laera), hingga jilbabnya hampir terjatuh karena kelakuan korban. Sehingga keenam pelaku yang masih ada hubungan keluarga sakit hati dan kesal terhadap perilaku korban, sehingga mereka tega melakukan pembunuhan secara tiba-tiba, bukan perencanaan,” ungkap Kapolda Irjen Pol Eko Budi Sampurno.

Ditambahkan, enam pelaku tersebut antara lain, Nawir (30), Doni (20), Haeruddin atau Iconk (18), Syamsul (32), (Ilham (19), dan Ali baba (25).

Dari 6 pelaku ini, katanya, ada kakak beradik dan salah satu dari keenam pelaku juga masih berstatus pelajar.

Ia tambahkan, atas kejadian ini pelaku terancam dikenakan pasal 170 dan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun.

“Selain dari keenam pelaku yang diamankan, selaku saksi inisial K, adek dari pelaku, juga ikut diamankan serta berupa barang bukti seperti, 6 Hp, 5 kendaraan motor, sepatu, pisau/kris, dan dompet.

Keenam pelaku saat ini tengah diamankan di Mapolres Mateng.

Sebelumnya diketahui, mayat Demas Laira ditemukan tergeletak di pinggir jalan di Desa di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada Kamis, 20 Agustus 2020, sekitar pukul 02.00 WITA.

Sebelum ditemukan meninggal, Demas tengah melakukan perjalanan kembali ke rumahnya dari Palu, Sulawesi Tengah menuju Mateng, Sulawesi Barat.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR