Kepala Dinas Pendidikan Mamuju Tengah H Busdir saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka secara resmi pelatihan penginputan Dapodik secara elektronik di Wisma Widya Buah, Topoyo pada Jumat, 26 April 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menyelenggarakan pelatihan penginputan Dapodik melalui aplikasi Dapodik-e 2019 jenjang SD dan SMP. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mateng H. Busdir.

Busdir dalam sambutannya mengatakan, pelatihan yang berlangsung ini sangat menunjang kegiatan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Mateng. Oleh sebab itu, dia mengapresiasi pelatihan penginputan Dapodik karena sangat menentukan kualitas kinerja, khususnya di lingkungan sekolah.

Kepada peserta pelatihan, Busdir berharap agar memaksimalkan waktu, mengikuti dengan serius materi yang disampaikan narasumber. Apalagi, katanya, pelatihan seperti ini menjadi kebutuhan yang ada di Disdik supaya mampu menjadikan operator yang handal dalam mengelola data melalui sistem aplikasi.

Menurut Busdir, pelatihan ini dinilai sangat penting. Sehingga, lanjutnya, perlu dimaksimalkanan pelaksanaanya secara berkesinambungan, dan berantai. Karena operator yang mengikuti pelatihan ini diibaratkan orang yang sudah pintar mengaji, tetapi perlu untuk memperlancar cara mengajinya.

“Saya tekankan, tidak boleh ada operator bertugas ganda karena hasilnya tidak akan maksimal. Sehingga tugas operator itu harus fokus supaya apa yang kita inginkan dapat tercapai dan berkelanjutan,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara yang berlangsung di Wisma Widya Buah, Tipoyo, Jumat 26 April 2019.

Dikatakan, operator yang selama ini menjalankan tugas di lingkungan sekolah tidak boleh dipindah-pindah, kecuali ada perubahan status atau pindah tempat tugas. Karena oprator ini harus betul-betul fokus, dan maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Peserta pelatihan penginputan Dapodik secara elektronik di Wisma Widya Buah, Topoyo pada Jumat, 26 April 2019. (Foto: Ruli)

Kendala kita selama ini dalam penginputan data yang dibutuhkan oleh pemerintah Pusat, misalnya, kata Busdir lagi, ada beberapa bantuan yang dikucurkan pusat ke sekolah-sekolah. Pertanyaan kita, kenapa ada sekolah yang dapat bantuan jatah guru dan kenapa ada sekolah yang tidak mendapatkan bantuan yang sama. Kendalanya karena masalah operator.

“Justeru itulah kemampuan operator kita tingkatkan kualitasnya melalui pelatihan seperti ini. Operator ini rohnya sekolah. Bagus atau tidaknya data yang dilaporkan tergantuang kemampuan operator. Dia harus fokus, bekerja dengan sabar sambil berpikir,” jelas Busdir.

Ketua panitia pelatihan, Abdul Gafur dalam laporannya menyampaikan, pelatihan penginputanDapodik melalui aplikasi ini berlagsung selama dua hari kerja dimulai tanggal 26-27 April 2019.

Peserta pelatihan adalah wakil dari masing-masing kecamatan dengan jumlah 50 orang. Pelatatihan ini, kata Gafur bertujuan untuk meningkatakan kualitas sumber daya manusia bagi operator dalam mengelola data khususnya di jajaran pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Sehingga nantinya para operator yang mengikuti pelatihan ini dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh ketika mereka sudah kembali melaksanakan tugas dan fusngsinya sebagai operator di sekolah masing-masing.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR