Orang Tua Siswa SMPN 01 Budong-budong Minta Maaf, Kasek Suardi Terima Damai di Polsek Budong-budong

1373
Para pihak yang mengaku khilaf dalam mengeluarkan penyataan di media saling bermaafan dan damai secara kekeluargaan di Kantor Polsek Budong-budong, Mateng, Rabu, 29 September 2021. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Berita sebelumnya terkait siswa SMP Negeri 01 Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang mengaku beroleh “teguran” dari pihak kepala sekolah (Kasek) tersebut yang bernama Suardi, berbuntut serius.

Siswa SMP Negeri 01 Budong-budong bernama Afdal Herianto Saputra (15) bersama kedua orang tuanya, yakni sang ayah bernama Dg. La’bang (53) dan ibunya bernama Uhudra (50) telah klarifikasi pernyataan yang ia tuduhkan kepada pihak kasek SMPN 01 Budong-budong.

Pada Rabu, 29 September 2021, di kantor Polsek Budong-budong, Dg. La’bang klarifikssi penyataannya bahwa Afdal, anaknya, dikeluarkan dari SMPN 01 Budong-budong lantaran anak tersebut menolak untuk divaksin.

Selain itu, sebut Dg. La’bang, tudingan adanya pemaksaan serta ancaman kepada siswa atau anaknya berupa penghentian pemberian beasiswa jika siswa tersebut menolak divaksin, ia nyatakan pihaknya keliru alias tidak benar.

“Saya dan keluarga menarik ucapan, yang telah kami sampaikan kepada Wartawan beberpa hari lalu, terkait sekolah SMP Negeri 1 Budong-budong. Semua itu tidak benar, dan saya meminta maaf kepada kepala sekolah. Terima kasih,” ungkap orang tua Afdal Herianto, Dg. La’bang di hadapan Kanit Reskrim Polres Budong-budong, Aipda Alim Bahri dan Ipda. Ida Bagus serta Kepala Sekolah SMP 1 Budong-budong Suardi, Rabu, 29 September 2021, di Kantor Polsek Budong-budong, Mateng.

Dg. La’bang menambahkan, hal itu terjadi lantaran kurangnya komunikasi antara orang tua siswa dan pihak sekolah, sehingga terjadi miskomunikasi.

“Kalau komunikasi kemarin, Kamis, 22 September 2021, itu bagus, mungkin tidak begini jadinya. Ucapan yang dimuat media kemarin tidak benar, saya tarik dan minta maaf kepada pihak sekolah,” ujar Dg. La’bang.

“Ya, seharusnya kemarin baiknya dikomunikasi baik-baik dulu ke kami, seperti apa persoalannya ini anak. Yang jelasnya, waktu itu kami tidak pernah meminta kepada anak ini untuk pindah sekolah karena tidak mau vaksin, apalagi ada pemaksaan serta pengancaman segala kepada siswa karena tidak mau divaksin. Ini tidak betul,” Ujar kepala sekolah SMP 1 Budong-budong Suardi.

Aipda Alim Bahri menambahkan, persoalan tersebut sudah selesai secara damai, dan orang tua siswa Dg. La’bang telah mengklarifikasi pernyataannya.

“Alhamdulilah, hari ini (Rabu) sudah damai secara kekeluargaan, dan orang tua siswa juga sudah minta maaf dan mengklarifikasi terkait pernyataan yang disampaikannya beberapa hari lalu di media. Terima kasih,” ungkapnya.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR