Bupati Mamauju Tengah (Mateng) H. Aras Tammauni, letakkan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Senin 15 Juni 2020. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Tobadak – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), melounching program Membangun Rumah Rakyat (Membara).

Kegiata berlangsung di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), dihadiri langsung Bupati H. Aras Tammauni, Senin 15 Juni 2020.

Selain lounching program “MEMBARA”, Bupat Aras Tammauni didampingi Wakil Bupati, H. Amin Djasa, juga meletakkan batu pertama program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang terdampak gempa bumi tahun 2019 lalu.

Pada kegiatan itu, tampak hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mateng, Arsal Aras Tammauni, Wakil Ketua DPRD Herman,Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Paisal Anwar, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mateng, Asmira Djamal, beserta para rombongan.

Bupati, Aras Tammauni mengatakan, program pembangunan RTLH akan terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya, agar di Mateng rumah tidak layak huni dapat terus berkurang.

“Ini juga tidak lepas dari perjuangan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, dan tim MEMBARA, perlu kita apresiasi,” kata Bupati H. Aras Tammauni.

Ia berharap, dengan adanya program pembangunan RTLH itu, dapat dirasakan bagi masyarakat utamanya yang ekonomi rendah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Paisal Anwar. (Foto: Ruli)

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Paisal Anwar menyampaikan, di Desa Tobadak terdapat dua Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam penerima bantuan program MEMBARA.

Keduanya kata Paisal, merupakan warga penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2018 lalu. Hanya saja kata dia, rumah yang bersangkutan sudah dalam kondisi rusak berat akibat dampak gempa tahun lalu.

“Jadi melalui program MEMBARA, kita bisa berikan lagi rumah yang lebih layak” terang Paisal Anwar.

Sementara, satu keluarga di Desa Salupangkang, yang juga penerima program MEMBARA, tidak memiliki rumah. Hanya gubuk yang berdinding bambu dan beratapkan terpal bekas.

“Sehingga akan dibangunkan rumah baru yang layak hun,” ujar Paisal.

Dikatakan Paisal, melalui program MEMBARA Pemda Kabupaten Mateng, menargetkan pada tahun 2020 ini akan memberikan bantuan rumah kepada warga yang terdampak gempa bumi tahun lalu, hanya akan bertahap.

“Untuk tahun ini kita akan benahi sebanyak lima unit rumah, dari 30 unit rumah yang terkena dampak gempa,” katanya.

Paisal menambahkan, program MEMBARA merupakan hasil kolaborasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dengan Pemda, dan sejumlah steholder, serta partisipasi dari pihak perusahaan swasta. Sehingga melalui program tersebut rumah layak huni bagi warga tidak mampu dapat diwujudkan.

“Program Membara ini bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan di Mateng,” tandasnya.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR