Masbur. E Menyayangkan Sikap Pelayanan Pihak RSUD Satelit Tobadak

361

TRANSTIPO.com, Topoyo – Ketua HMI Cabang Mamuju tengah (Mateng), Masbur.E, menyayangkan sikap pelayanan pihak RSUD Satelit Tobadak, saat menangani seorang pasien beberapa hari lalu.

Pasien yang dimaksud Masbur, yakni seorang anak dibawah umur warga Tumbu, Kecamatan Topoyo, Mateng.

AK (2), dilarikan keluarganya ke Rumah Sakit umum daerah (RSUD) Satelit Tobadak, pukul 12:00 wita , Kamis kemaren, 18 November 2021 karena mengalami luka parah bagian kepala usai terjatuh di tangga rumahnya, di desa Tumbu.

Saat dalam penanganan pihak rumah sakit, beberapa jam kemudian, pasien (AK), disarankan ke keluarganya agar segera dirujuk, sebab pasien tak mampu ditangani,
karena keterbatasan dokter dan alat medis. dari hasil Ronsen, AK mengalami tetak bagian kepala.

Hanya saja, saat proses rujukan ini, pasien dan keluarga kecewa atas sikap pihak rumah sakit, yang takmemberikan kebijakan sedikitpun, meski kondisi pasien suda sangat kritis.

Dimana saat itu, mobil Ambulans milik RSUD Satelit tak diizinkan untuk membawa pasien, hanya karena persoalan sepeleh, tak ada Regulator Oksigen dalam mobil tersebut.

Disisi lain, di rumah sakit itu, di sala satu ruangan terdapat Regulator, yang saat itu keluarga pasien sarankan agar dapat dipindah ke mobil Ambulans, tapi pihak rumah sakit tak mengizinkan, dengan alasan melanggar aturan.

Hal inilah yang membuat ketua Cabang HMI Topoyo, Masbur.E turut prihatin dan menyesalkan, sikap pihak RSUD Satelit, saat menghadapi pasien yang dalam sedang urgen.

Menurutnya, meski aturan, tapi ada hal-hal yang harus diberi kebijakan, apalagi ini kata dia, menyangkut nyawa seseorang.

“Mestinya pihak Rumah sakit pintar melihat sesuatu atau keadaan pasiennya, apa lagi pasien ini dalam keadaan kritis, “Nyawa ini,” kata Masbur,  Sabtu 20 November 2021

Masi Masbur Pemda mestinya dan harus segera mengevaluasi Rumah sakit ini, sebab ini bukan kali pertama. Kasihan pasien yang dalam keadaan urgen, apalagi kalo dalam sedang keadaan harus segera dirujuk, tapi lama tersendat hanya masala sepeleh, “regulator”, tambahnya.

Semestinya, yang seperti ini, pihak rumah sakit memberikan kebijakan, karena menyangkut nyawa, urgen yang harus segera ditangani, ujarnya.

Olehnya itu, Masbur meminta selain Pemda, pihak anggota dewan dibidang ini, juga harus segera mengevaluasi rumah sakit ini, sebab ini bukan kali pertama terjadi, saya harap ini jadi perhatian yang serius, tutupnya.

RULY SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini