Di Puskesmas Topoyo, Mateng, saat mati lampu di Mateng, Kamis malam, 28 Februari 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Beberapa minggu terakhir ini masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mulai mengeluhkan persoalan seringnya mati lampu. Setiap beberapa menit saja matu lampu lagi.

Pada Kamis, 28 Februari 2019, sekitar pukul 18.43 WITA, lampu listrik mati total di kota Topoyo, ibu kota Kabupaten Mateng. Kota tampak gulita.

Dengan kondisi ini, masyarakat di Mateng mulai risau dan mengeluhkan kondisi penerangan listrik kepada pihak PLN di sana.

Mirna, seorang petugas Puskesmas Topoyo yang pada malam itu sedang bertugas jaga di pusat kesehatan masyarakat itu mengatakan, kam tidak tahu kenapa lampu mati hidup, mati hidup.

Mati lampu di Mateng. (Foto: Ruli)

“Kemarin malam (Kamis malam, red) bahkan mati total. Kalau lampu mati betul-betul kita tidak tau mau ngapai. Jika pas lampu mati pasien butuh sesuatu, ya, kita tidak bisa cepat melayani. Benar-benar gelap. Info dari PLN juga tidak ada, kayak kembali seperti dulu,” ujar Mirna kepada kru laman ini di Topoyo.

Salah seorang ibu rumah tangga di Topoyo bilang begini, “Lampu sekarang bikin emosi, sebaiknya tidak usah nyala kalo ga’ mampu juga, atau bergiliran aja nyalanya, ganti-gantian daripada begini hidup mati, hidup mati. Jadi sekalian aja ga’ usah dinyalakan karena kondisinya begini, habis barang elektronik rusak.”

Belum terkonfirmasi kepada pihak PLN di Topoyo, Mateng, apa penyebab sehingga penerangan listrik di Mateng “mati hidup, mati hidup”.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR