Haji Arsal Aras Tammauni, salah seorang kerabat almarhum Imran Djamal, saat beri keterangan pers di kediamannya di Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng), Rabu, 28 Oktober 2020, sekitar pukul 08.00 WITA. (Foto: Ruli Syamsil)

TRANSTIPO.COM, Topoyo – Dugaan serangan jantung yang dialami Imran Djamal, Kepala BNI Cabang Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng) sebelum menghembuskan nafas terakhir tak tepat.

Sejumlah pihak beri informasi kepada transtipo bahwa sebelum Imran Djamal meninggal, ia sakit dan berdasarkan hasil test swab yang bersangkutan dinyatakan positit Covid-19.

Pihak Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat (Sulbar) di Mamuju beri keterangan singkat, namun sumber laman ini enggan dipublis identitasnya.

“Informasi hasil test swabnya positif. Tapi untuk resminya tunggu rilis sebentar siang,” kata sumber laman ini di RS Regional di Mamuju, Rabu, 28 Oktober 2020, pukul 09.40 WITA.

Sumber ini yang juga bagian dalam kapasitas Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Barat bilang, pada Senin, 26 Oktober, sekitar pukul 15.00 WITA, Imran Djamal masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Regional Sulbar.

“Tak sampai satu jam beliau meninggal,” kata sumber ini. Ia tambahkan, “Beliau hipertensi berat.”

Meski pihak rumah sakit maupun Gugus Tugas Covid-19 Sulbar belum menyampaikan secara resmi hasil pemeriksaan klinis yang bersangkutan, tapi pihak di rumah sakit tersebut mengatakan, swabnya sudah dikirim ke Makassar sejak Senin sore (26 Oktober, red). “Hasilnya sudah diketahui,” sebutnya.

Pemakaman Imran Djamal tak dilakukan sesuai protokol Covid-19, sebut sumber ini, sebab yang bersangkutan keburu tiada sebelum hasil pemeriksaan test swab resminya keluar.

Di Topoyo, Mateng, pada Rabu, 28 Oktober 2020, sekitar pukul 08.00 WITA, Arsal Aras Tammauni, kerabat almarhum Imran Djamal, menggelar jumpa pers secara singkat di rumah kediamannya.

“Pada hari Minggu, 25 Oktober (Imran Djamal, red) sempat ke Mamuju. Senin pagi, 26 Oktober, almarhum melakukan swab dan saat itu sudah merasakan sesak nafas. Kemudian pada jam setengah empat sore beliau minta untuk (diantar) ke RS Regional Sulbar. Sekitar jam 4 sore beliau meninggal,” ujar Arsal Aras saat jumpa pers pagi tadi.

Arsal Aras yang kini Ketua DPRD Mateng menyebut, karena memang beliau sejak 18 Oktober mengalami gangguan kesehatan.

RULI SYAMSIL – SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR