Pemkab Mateng melakukan launching Gerakan Masyarakat Sadar Gizi di halaman Posyandu Melati Desa Mahahek, Kecamatan Tobadak, Mateng pada Kamis, 13 Juni 2019. (Foto: Ruli)
Seusai launching Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Bupati Mamuju Tengah H. Aras Tammauni (kanan) bersama Ketua DPRD Mateng H. Arsal Aras (tengah) dan Sekda Mateng H. Askary Anwar (kiri) meninjau sejumlah stand pameran makanan bergizi, Tobadak, Kamis, 13 Juni 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melaksanakan kegiatan peluncuran (launching) Gerakan Masyarakat Sadar Gizi. Kegiatan launching tersebut berlangsung di halaman Posyandu Melati Desa Mahahek, Kecamatan Tobadak, Mateng pada Kamis, 13 Juni 2019.

Kegiatan launching ini dibuka oleh Bupati Mateng Aras Tammauni. Turut hadir Sekda Mateng Askary Anwar, Ketua DPRD Mateng Arsal Aras, Adm PT. Suryaraya Lestari 2, perwakilan i PT.WKSM, sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Mateng, para Kapolsek di Mateng, seluruh kepala Puskesmas dari lima kecamatan di Mateng, dan sejumlah tokoh masyarakat serta tamu undangan.

Selain launching Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, juga dirangkaian dengan Halal bi Halal 1440 Hijriah dan pameran makanan bergizi.

Dalam sambutannya, Bupati Mateng menyampaikan bahwa selaku pemerintah daerah dan orangtua, cukup bangga dan berterima kasih kepada para kepala dinas atau OPD atas kerjasamanya selama ini di lapangan.

Melihat keberhasilan ini, lanjut Bupati Aras, bukan lagi Mateng yang ingin mencontoh daerah-daerah lain, tetapi kabupaten lain yang akan berkunjung dan studi banding ke daerah kita.

“Jadi artinya, inilah wajah selaku pemerintah daerah dan kepala dinas yang ada di Mamuju Tengah sangat menjanjikan ke depannya. Dan, saya selaku Bupati Mateng akan mendukung sepenuhnya program Gerakan Masyarakat Sadar Gizi,” ujar Bupati Mateng Aras Tammauni.

Sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Mateng turut menghadiri acara kegiatan launching Gerakan Masyarakat Sadar Gizi di halaman Posyandu Melati Desa Mahahek, Kecamatan Tobadak, Mateng pada Kamis, 13 Juni 2019. (Foto: Ruli)

Selaku pemerintah daerah, bentuk pujian Aras pada daerahnya, “Saya bangga telah mendengar sisa sekian persen gizi buruk di daerah kita. Artinya, itu menandakan kemajuan daerah kita agak bagus ketimbang daerah-daerah lain yang sudah mapan. Jadi saya minta dinas kesehatan untuk turun ke lapangan melihat situasi dan kondisi masyarakat kita, tentunya untuk mengantisipasi gizi buruk yang ada di daerah kita.”

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Mateng Setya Bero mengatakan, persoalan penanganan gizi buruk ini adalah semakin kompleks. Pada awalnya hanya terjadi pada gizi kurang dan gizi Buruk, tetapi sekarang ini ada gizi lebih pada usia balita dan dewasa.

“Kesalahan-kesalahan perilaku yang ada di masyarakat tentang pola mengkonsumsi makanan,” kata Setya Bero.

Tapi yang menggembirakan, sebut Setya, pada hari ini (Kamis, red) balita kerdil (stunting) yang target nasional 28 persen sementara Mateng jauh turun lebih baik di bawah dari target nasional berdasarkan data pemantauan Status Gizi Nasional tahun 2017 lalu.

“Dalam 2 bulan proyek pertama ini meliputi 2 kecamatan dan 4 desa yaitu, Desa Waeputeh dan Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo. Sementara di Kecamatan Tobadak yakni di Desa Mahahe dan Desa Bambadaru yang kita lakukan 2 bulan ke depan adalah merevitalisasi posyandu. Hanya kita insan kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Artinya apa, 70 persen kita butuh dukungan dari yang lain guna lahirnya masyarakat sadar gizi di Mamuju tengah,” terang Setya Bero.

Acara ini ditutup dengan siraman rohani yang dibawakan oleh Ustadz Romi Arief yang juga KTU Puskesmas Topoyo, Mateng.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR